Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Zombie Jadi Fenomena Baru di Startup, Apa Itu?
    Insight News

    Investor Zombie Jadi Fenomena Baru di Startup, Apa Itu?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2023Updated:25 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Istilah ‘VC Zombie’ muncul di tengah kondisi ekonomi yang tak stabil. Sebutan ini merujuk ke kondisi modal ventura (Venture Capital/VC) yang dana pengelolaannya kian tipis.

    Status VC seperti itu ibarat ‘hidup segan mati tak mau’. Beberapa pengamat memprediksi fenomena ini bakal meningkat hingga 50% dalam beberapa tahun ke depan.

    “Kami memprediksi ada peningkatan jumlah VC zombie; VC yang masih ada karena perlu mengelola investasi yang mereka lakukan dari dana sebelumnya tetapi tidak mampu mengumpulkan dana berikutnya,” kata Maelle Gavet, CEO jaringan pengusaha global Techstars, dilansir dari CNBC.com, Sabtu (24/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas, mengapa fenomena ini bisa terjadi? Diketahui, VC mengambil dana dari institusi pendukung dana yang dikenal sebagai Limited Partner (LP).

    Selanjutnya, dana itu diserahkan ke perusahaan rintisan (startup) dengan imbalan ekuitas. LP ini biasanya berupa institusi dana pensiun, dana abadi, dan kantor keluarga.

    Dalam rencana ideal, startup akan berhasil go public (IPO) atau diakuisisi. Lalu VC akan mendapatkan kembali dananya atau, lebih baik lagi, menghasilkan keuntungan dari investasi mereka.

    Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, LP cenderung lebih ‘pilih-pilih’ dalam menggelontorkan dana mereka.

    Perekonomian global memang sedang tertekan dalam sektor teknologi. Baru-baru ini, saham teknologi tersandung di tengah sentimen investor seiring bursa saham AS Nasdaq turun hampir 26% dari puncaknya pada November 2021.

    Selain itu, jatuhnya angka layanan pembayaran online seperti Pay Later hingga 40%, serta kebangkrutan investor kripto semacam FTX menjadi akar permasalahan ini.

    “LP mundur setelah terekspos berlebihan di pasar swasta, menyisakan lebih sedikit modal untuk digunakan di sejumlah besar perusahaan VC yang dimulai selama beberapa tahun terakhir,” kata pendiri perusahaan VC Activant Capital, Steve Saraccino.

    VC zombie masih sembunyi

    Saat ini, ada kecenderungan VC zombie untuk menutup rapat-rapat keterpurukannya. Menurut dosen Carnegie Mellon University, Frank Demmler, butuh waktu 3 hingga 4 tahun sebelum perusahaan VC yang ‘sakit’ terang-terangan soal kondisinya.

    “Perilakunya tidak akan terlihat jelas, tetapi tanda-tandanya adalah mereka belum melakukan investasi besar selama 3 atau 4 tahun terakhir, mereka belum mengumpulkan dana baru.” kata Demmler.

    “Mereka kemudian ada dalam situasi saat kemampuan mereka untuk mengembalikan modal yang diinginkan LP mendekati nol. Saat itulah fenomena zombie benar-benar terjadi,” ia menambahkan.

    Namun, kemunduran VC tidak akan terlihat seperti kegagalan industri teknologi (tech bubble burst) yang baru-baru ini terjadi juga di Indonesia. Perusahaan modal ventura tidak akan melakukan PHK kepada staf mereka secara berbondong-bondong.

    Sebaliknya, mereka akan kehilangan staf dari waktu ke waktu melalui pengurangan. Mereka juga akan menghindari pendanaan pada startup baru hingga akhirnya tutup.




    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.