Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Grab Rugi Rp 473 Triliun, Ngakunya Gara-Gara GoTo
    Insight News

    Investor Grab Rugi Rp 473 Triliun, Ngakunya Gara-Gara GoTo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juni 2023Updated:8 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Investor Grab, Softbank Vision Fund mengalami kerugian mencapai 4,3 triliun yen (Rp 473 triliun). Salah satu penyebabnya, menurut perusahaan tersebut, adalah harga saham GoTo.

    Kerugian tersebut terjadi sepanjang tahun pajak yang berakhir pada 31 Maret 2023 lalu. Harga saham GoTo dan perusahaan AI asal China Sense Time yang menurun tajam dilaporkan membuat Vision Fund mencatat kerugian besar.

    Sebagai informasi, saham Softbank di GoTo berasal dari pendanaan pada Tokopedia. Pada akhirnya dialihkan menjadi kepemilikan atas GoTo, setelah Tokopedia merger dengan Gojek beberapa waktu lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebaliknya, Vision Fund berhasil mengantongi keuntungan dari penjualan saham raksasa teknologi. Penjualan ini dilakukan untuk Softbank bisa mendapatkan dana tunai.

    Beberapa perusahaan yang sahamnya dijual adalah T-Mobile dan Alibaba. Hal serupa juga dilakukan pada raksasa ride hailing Uber pada Agustus 2022.

    Kerugian Vision Fund juga dilaporkan membengkak dari tahun sebelumnya. Menurut laporan pada periode sebelumnya, kerugian kala itu mencapai 2,55 triliun yen.

    Catatan buruk perusahaan itu membuatnya merugi 5,28 triliun yen pada periode yang sama. Angka tersebut melonjak dari periode yang sama sebelumnya yakni 3,43 triliun yen.

    Melansir CNBC Internasional, Yoshimitsu Goto selaku CFO Softbank meyakini saham perusahaan yang dimiliki Softbank punya modal memadai. Dia juga menambahkan pihaknya punya sederet perusahaan yang siap masuk bursa dengan total US$37 miliar.

    Vision Fund didirikan oleh Masayoshi Son pada 2017. Saat itu diproyeksikan untuk berinvestasi pada perusahaan yang diprediksi bisa bertumbuh dengan cepat.

    Namun yang terjadi sebaliknya. Karena kecemasan pasar saham akibat tingginya suku bunga membuat investor akhirnya pergi dari saham perusahaan yang berisiko tinggi, termasuk perusahaan teknologi.


    Artikel Selanjutnya


    Gojek Jaga Kualitas Layanan Mitra Driver Lewat Program BBM


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.