Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor GoTo dan Grab Siap ‘Serang’, Punya Rp 528 Triliun
    Insight News

    Investor GoTo dan Grab Siap ‘Serang’, Punya Rp 528 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Juni 2023Updated:22 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – SoftBank, pemegang saham GoTo dan Grab, bakal kembali agresif mengucurkan uang ke startup. CEO SoftBank Masayoshi Son menyatakan siap “ganti gigi” dari setelan “bertahan” ke mode “menyerang.”

    Son menyatakan sasaran utama SoftBank adalah turut serta dalam revolusi kecerdasan buatan (AI) yang tengah bergulir. “Kini adalah waktunya untuk kembali ke mode ofensif,” kata Son dalam rapat umum pemegang saham tahunan SoftBank, seperti dikutip oleh CNBC International.

    Menurut Son, SoftBank kini punya uang tunai 5 triliun yen atau sekitar Rp 528 triliun selama “bertahan” di tengah krisis industri teknologi dalam beberapa tahun terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tiga tahun lalu, kita tidak punya cukup uang tunai di tangan. Namun, karena kita sedang dalam mode bertahan, kita sukses menumpuk uang tunai di tangan hingga 5 triliun yen. Kita siap bergeser ke mode menyerang. Saya tak sabar,” katanya kepada para pemegang saham.

    SoftBank adalah salah satu perusahaan yang paling agresif berinvestasi di perusahaan teknologi lewat dana kelolaan raksasa mereka yang dinamakan Vision Fund. Selama mode “bertahan”, Vision Fund menyetop pengucuran dana bahkan menjual saham mereka di beberapa perusahaan, termasuk Alibaba.

    Pada Mei, Vision Fund dikabarkan rugi US$ 32 miliar atau sekitar Rp 479 triliun.

    “Hal yang paling menarik minat saya, yang saya incar, adalah revoiusi AI. Saya percaya umat manusia bakal maju lebih pesat didukung oleh komputer atau AI,” kata Son. “Kita ingin menjadi pemimpin di revolusi AI.”

    Son sebelumnya menyatakan bahwa ia “pengguna berat ChatGPT” dan menyebut robot chat kreasi OpenAI tersebut “mengagumkan.”

    Vision Fund dibentuk oleh Son untuk berinvestasi di perusahaan yang diprediksi bakal tumbuh cepat. Namun, kecemasan di pasar saham akibat suku bunga tinggi membuat investor hengkang dari saham perusahaan berisiko tinggi seperti perusahaan teknologi.

    Kerugian besar di SoftBank membuat Son terpaksa lengser.

    SoftBank adalah salah satu investor raksasa yang mengantongi saham Grab dan GoTo. Saham SoftBank di GoTo berasal dari pendanaan SoftBank ke Tokopedia, yang kemudian dialihkan jadi kepemilikan GoTo setelah Gojek dan Tokopedia merger.

    (dem/dem)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.