Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Intip Inovasi dari Startup Mengasihi, Pemenang Pertamuda 2023
    Insight News

    Intip Inovasi dari Startup Mengasihi, Pemenang Pertamuda 2023

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2023Updated:2 Desember 2023Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id  – Mahasiswa asal Institut Teknologi Bandung menjadi salah satu pemenang dalam Pertamina Muda Seed & Scale atau Pertamuda 2023 untuk kategori Kategori Early Stage Startups. Dalam kompetisi yang dibuat PT Pertamina (Persero) ini, Zakaria Khori Hermawan dan rekan-rekan dari Institut Teknologi Bandung berhasil mengembangkan startup Mengasihi.

    Zakaria menjelaskan, Mengasihi bermula dari kesadaran dari kalangan perempuan akan kesetaraan gender dan mengambil peran dalam perekonomian keluarga. Di mana hal ini berdampak pada kesibukan wanita ketika menjadi ibu kerap membuat anak bayinya tak mendapatkan ASI yang cukup.

    “Akibatnya, data menunjukkan 30,9% ibu pekerja ternyata memiliki masalah dengan anaknya yaitu stunting karena keterbatasan waktu memberikan ASI,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (1/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengasihi adalah jasa pasteurisasi ASI yang dijadikan dalam bentuk bubuk untuk penggunaan pribadi. Dengan proses yang canggih, Mengasihi memastikan kekayaan nutrisi ASI terpelihara dengan tingkat retensi 97% sekaligus menjaga antibodi, sifat penambah kekebalan tubuh, dan enzim lipase.

    “Sebenarnya kami menyasar ke ibu pekerja karena ibu pekerja 30,9%, ternyata memiliki anak stunting karena keterbatasan waktu mereka untuk memberikan ASI. Sebenarnya dengan metode khusus, kita bisa mengubah 4 liter ASI menjadi 400 gram hanya dengan waktu 50 jam per mesin,” ungkapnya.

    Untuk dapat mengolah ASI dalam bentuk cair ke dalam bentuk bubuk, Mengasihi bekerja sama dengan laboratorium Sekolah Farmasi di ITB.

    “Jadi memang riset bareng mengenai nutrisinya bagaimana. Kan yang paling penting adalah kualitas dari ASI bagaimana, kandungan antibodinya, dan bakteri yang baik bagaimana,” ujarnya.

    Setelah inovasinya tersebut dicobakan di Puskesmas, prevalensi ASI mengalami kenaikan. Sehingga Zakaria optimis produk ciptaanya dapat diterima pasar. Untuk jasa pengolahan ASI tersebut per liter Rp 37.500.

    Dengan masih bergabungnya pembuatan ASI bubuk di Lab Farmasi ITB, ia berharap ke depan dapat memiliki lab sendiri karena saat ini Mengasihi memiliki sebanyak 15-18 klien. Dia juga mengaku membutuhkan investasi mulai dari Rp 100 juta agar dapat membangun mimpinya.

    Beruntung dari ajang Pertamuda yang pertama kali ia ikuti tersebut, mampu membawa Mengasihi memperoleh pendanaan pertama.

    “Pertamuda Seed and Scale 2023 ini memang wadah yang proper banget, karena kita di-treat secara profesional dan mengerti cara treat, dan mereka memahami kebutuhan young entrepreneur seperti kami. Bahkan difasilitasi juga untuk business matching, bertemu calon investor,” ungkapnya.

    Zakaria berharap, inovasi dapat menekan stunting dan meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Lewat ajang-ajang seperti Pertamua itu juga, ia berharap startup dapat naik kelas mewujudkan angka stunting yang rendah di Indonesia.

    Diketahui Pertamuda merupakan kompetisi ide bisnis yang diselenggarakan Pertamina untuk mahasiswa di Indonesia sejak 2021. Kompetisi ini bertujuan untuk memperluas implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) dan inovasi pada sektor energi, sehingga nantinya dapat mendorong perusahaan rintisan (startup) di Indonesia mendapatkan akses permodalan.

    Adapun tiga peserta terbaik kategori Early Stage Pertamuda 2023 mendapatkan dana pembinaan total senilai Rp 300 juta (masing-masing Rp100 juta) dan tiga peserta terbaik dari kategori Energy Founder mendapatkan dana pembinaan senilai total Rp105 juta (masing-masing Rp35 juta).

    Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) & SMEPP Management Pertamina Fajriyah Usman mengatakan program ini merupakan komitmen dari Pertamina untuk bisa bersinergi antara dunia usaha dengan kampus atau perguruan tinggi agar dapat mencapai inovasi yang berkelanjutan.

    “Program ini juga menjadi poin utama dari Kementerian BUMN untuk bisa menumbuhkan entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia,” ujar Fajriyah.

    Fajriyah mengatakan pada tahun ini, program Pertamuda 2023 menghadirkan dan mengikutsertakan 2.715 peserta dari seluruh Indonesia, dan kemudian terpilih 30 peserta dari 21 universitas di Indonesia. Jumlah ini kemudian disaring kembali menjadi 15 peserta setelah Demoday dan Final Pitch yang digelar selama tiga hari di Bali pada 27-29 November 2023.

    Setelahnya baru dipilih total 6 peserta terbaik dari dua kategori, yakni kategori Early Stage Startups dan Energy Founder.

    “Pada tahun ini kami juga mengadakan business matching yang mengikutsertakan berbagai Venture Capital dan Angel Investors, sehingga inovasi sudah didapatkan atau dibangun oleh para mahasiswa ini bisa langsung diaplikasikan, baik itu secara bisnis maupun untuk kegiatan yang bersifat sosial atau filantropis,” jelas Fajriyah.



    Artikel Selanjutnya


    Buka Peluang Kolaborasi Startup di Tech Conference 2023

    (dpu/dpu)


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.