Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet Starlik Lumpuh, Elon Musk Buka-bukaan Sedang Tertekan
    Insight News

    Internet Starlik Lumpuh, Elon Musk Buka-bukaan Sedang Tertekan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:13 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – SpaceX mengumumkan layanan internet satelit Starlink lumpuh. Perusahaan milik Elon Musk tersebut ngos-ngosan dihajar badai Matahari.

    Pada Sabtu (11/5/2024), Starlink memberikan peringatan kepada para penggunanya tentang “penurunan layanan” di tengah badai geomagnetik di atmosfer Bumi. Penyebabnya adalah aktivitas paling “liar” di Matahari dalam dua dekade terakhir.

    Badai Matahari berdampak ke layanan yang disediakan oleh satelit Starlink. Starlink mengoperasikan sekitar 60 persen dari sekitar 7.500 satelit di orbit Bumi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ribuan satelit Starlink yang diposisikan di obit Bumi rendah (LEO) menggunakan laser untuk mentransfer data satu sama lain dengan kecepatan cahaya di orbit.

    Jarak satelit yang lebih dekat dengan Bumi dibanding satelit di posisi geostasioner (GEO) membuatnya mampu menyediakan akses internet yang lebih cepat dalam kapasitas lebih besar.

    Namun, posisinya yang rendah juga membuat Starlink harus menyediakan ribuan satelit supaya bisa melayani seluruh permukaan di Bumi. Sebagai perbandingan, untuk hanya tiga satelit GEO yang dibutuhkan untuk menjangkau seluruh permukaan Bumi.

    Lewat media sosial X, Elon Musk juga mengakui “tekanan” yang dialami oleh layanan Starlink akibat badai geomagnetik.

    “Badai geomagnetik Matahari sedang terjadi. Terbesar dalam waktu yang panjang. Satelit Starlink ada dalam tekanan, tetapi masih bertahan,” kata Musk.

    [Gambas:Twitter]

    Bintik yang berada di permukaan matahari ini telah membesar dalam beberapa hari terakhir, dan menjadi salah satu bintik matahari terbesar dan teraktif yang terlihat dalam siklus matahari

    Bintik matahari yang sangat besar pernah terjadi sebelumnya pada 1859 atas Peristiwa Carrington. Bintik matahari tersebut telah melepaskan suar matahari kelas X yang memicu pemadaman radio di Bumi.

    Fenomena tersebut menarik perhatian para ilmuwan awal pekan ini ketika Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) mengeluarkan peringatan terhadap meningkatnya risiko flare matahari pada Selasa, 7 Mei 2024 lalu

    “Hal ini telah menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya suar matahari selama beberapa hari ke depan,” tulis NOAA, dikutip dari Livescience, Senin (13/5/2024).

    Bintik matahari raksasa ternyata di luar ekspektasi para ilmuwan. Suar matahari yang sangat kuat dalam beberapa hari terakhir, termasuk suar matahari kelas X yang sangat besar pada 9 Mei 2024 mencapai puncaknya pada pukul 5:13 pagi EDT (0913 GMT).

    ‘Jilatan’ api matahari adalah letusan dari permukaan matahari yang memancarkan semburan radiasi elektromagnetik yang intens. Flare ini dikategorikan berdasarkan ukurannya ke dalam kelompok-kelompok huruf, dengan kelas X sebagai yang paling kuat.



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.