Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet Indonesia Lelet, Menkominfo: Memprihatinkan!
    Insight News

    Internet Indonesia Lelet, Menkominfo: Memprihatinkan!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2023Updated:30 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengaku prihatin dengan kecepatan internet di Indonesia saat ini.

    Menurut data yang ia pegang, Indonesia menduduki posisi ke-9 dari 10 negara ASEAN dan nomor 121 dari 182 secara global.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pantauan CNBC Indonesia di situs Speedtest Ookla per Agustus 2023, kecepatan internet mobile di Indonesia berada di peringkat ke-95 dari 145 negara. Rata-rata kecepatannya ‘hanya’ 24,11 Mbps.

    “Ini sangat memprihatinkan. Padahal kita berjuang untuk menjadi negara maju, ” kata Budi Arie kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (29/9/2023).

    Konsolidasi Operator Seluler Jadi Solusi

    Salah satu solusi yang ditawarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) adalah mendorong konsolidasi operator seluler (opsel) di Indonesia.

    Saat ini ada empat opsel yang beroperasi di Indonesia. Masing-masing adalah Telkomsel sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) sebagai perusahaan hasil merger Indosat dan Tri, PT XL Axiata Tbk. (EXCL), serta PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

    Jumlah ini dikatakan masih terlalu banyak. Budi Arie mendorong agar konsolidasi melalui skema akuisisi atau merger terjadi, sehingga hanya ada tiga operator seluler yang beroperasi di Indonesia.

    “Konsolidasi harus tercipta untuk menjadi 3 operator sehingga terjadi peningkatan kualitas pelanggan, jaringan yang lebih kuat serta efisiensi biaya,” Budi Arie menjelaskan.

    Lantas, apa hubungannya jumlah opsel yang minim terhadap kecepatan internet? Dosen ITB Ian Yosef mengatakan konsolidasi opsel akan membentuk persaingan usaha yang lebih sehat.

    Selain itu, ia mengatakan merger operator seluler diharapkan mampu mewujudkan kewajiban operator untuk membangun infrastruktur jaringan yang merata di seluruh Indonesia.

    “Untuk kualitas internet akan makin merata atau makin baik, karena akan terjadi pemerataan pita frekuensi khususnya seluler,” ia menuturkan.

    Pita frekuensi yang saat ini dibagi untuk kebutuhan banyak operator, nantinya bisa lebih efisien ketika konsolidasi terjadi. Hal ini, kata Ian, bisa mempercepat penyebaran jaringan internet 5G di Indonesia.

    “Merger ini lebih cenderung mendorong percepatan Fixed Mobile Convergence (FMC) dan 5G. Sehingga kualitas tambah bagus,” kata dia.

    “Fixed Mobile Convergence akan membuat biaya yang lebih terjangkau dan kualitas internet lebih baik,” ia memungkasi.

    Budi Arie mendorong agar Smartfren melakukan merger dengan operator lainnya. Selain opsi merger dengan XL, bisa juga Smartfren merger dengan operator lainnya baik Indosat maupun Telkomsel.

    “Yang terpenting konsolidasi menjadi 3 operator terwujud,” jelas Budi Arie.

    Menkominfo berjanji pemerintah akan memfasilitasi proses merger Smartfren dengan operator lainnya agar tercipta industri telco yang lebih baik dan sehat.


    Artikel Selanjutnya


    Menkominfo Budi Arie Buka-Bukaan PR Besar Ekonomi Digital RI

    (fab/fab)


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.