Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Tanggal Diskon Ramadan Paling Gede-gedean di Ecommerce
    Insight News

    Ini Tanggal Diskon Ramadan Paling Gede-gedean di Ecommerce

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2023Updated:24 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bulan Ramadan disebut sebagai bulan spesial bagi e-commerce, baik pelaku usaha maupun konsumen. Menurut survei yang dilakukan Sirclo, setengah dari konsumen berbelanja lebih banyak di Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

    “70 persen di antara mereka juga percaya bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang paling bagus untuk dapat good deal,” kata Founder & CEO Sirclo Brian Marshal, dalam Profit di CNBC Indonesia, Jumat (24/3/2023).

    Lebih lanjut ia menjelaskan dalam 4 minggu waktu selama Ramadan, ada beberapa tren yang berbeda dalam hal diskon serta kebiasaan berbelanja orang di e-commerce.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tren tersebut dimulai pada 1 atau 2 minggu sebelum Ramadan. Saat itu produk dengan kategori food and beverage (F&B) adalah yang paling banyak diburu konsumen untuk memenuhi kebutuhan selama puasa. Hal ini sejalan dengan banyaknya diskon atau promosi di kategori tersebut.

    “Karena kemudian mindset-nya konsumen ingin stock up. Jadi selama bulan Ramadan itu punya stock F&B produk yang baik di rumah masing-masing biasanya promosi di kategori itu sudah dimulai sebelum Ramadan,” jelas Brian.

    Tapi nanti mendekati akhir-akhir Ramadan dan Lebaran, khususnya setelah THR (tunjangan hari raya) turun, produk-produk fashion serta lifesyle yang baru akan meningkat.

    Pandemi selama beberapa tahun terakhir dibandingkan sekarang, konsumen sudah semakin punya pilihan untuk belanja online atau offline. Tapi secara umum kebiasaan konsumen pun untuk mempercayai dan berbelanja online meningkat.

    “Sehingga secara umum online terus meningkat namun perlu dibarengi juga dengan offline-nya. Bagi pelaku usaha secara umum inilah saat di mana strategi omni-channel untuk mengintegrasikan online dan offline itu perlu bermain.” pungkasnya.


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.