Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Dia Negara dengan Adopsi Kripto Tercepat, Ada Indonesia?
    Insight News

    Ini Dia Negara dengan Adopsi Kripto Tercepat, Ada Indonesia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2022Updated:4 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hampir separuh dari semua pemilik mata uang kripto di Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Asia Pasifik membeli aset digital untuk pertama kalinya pada 2021. Hal tersebut terungkap melalui survei baru dari bursa cryptocurrency AS Gemini.

    Survei terhadap hampir 30.000 orang di 20 negara, yang dilakukan antara November 2021 dan Februari 2022, menunjukkan 2021 adalah tahun gebrakan untuk kripto, dengan adanya inflasi yang mendorong adopsi di negara-negara yang telah mengalami devaluasi mata uang.

    Brasil dan Indonesia memimpin dunia dalam adopsi kripto, menurut temuan Gemini, dengan 41% orang yang disurvei di negara-negara tersebut melaporkan kepemilikan kripto, dibandingkan dengan 20% di Amerika Serikat dan 18% di Inggris.

    Gemini menemukan bahwa 79% orang yang melaporkan memiliki kripto tahun lalu mengatakan mereka memilih untuk membeli aset digital untuk potensi investasi jangka panjang mereka.

    Orang-orang yang saat ini tidak memiliki kripto dan tinggal di negara-negara yang telah mengalami devaluasi mata uang terhadap dolar AS lebih dari lima kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka berencana untuk membeli aset kripto sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

    Hanya 16% responden di Amerika Serikat dan 15% di Eropa yang setuju bahwa mata uang kripto melakukan lindung nilai terhadap inflasi, dibandingkan dengan 64% di Indonesia dan India.

    Adapun, rupee India telah turun 17,5% terhadap dolar dalam 5 tahun terakhir, sedangkan rupiah terdepresiasi 50% terhadap dolar AS antara 2011 dan 2020.

    Sementara itu, hanya 17% orang Eropa yang melaporkan bahwa mereka memiliki aset digital pada 2021, dan hanya 7% dari mereka yang saat ini tidak memiliki kripto mengatakan bahwa mereka bermaksud membeli aset digital di beberapa titik.

    [Dexpert.co.id]

    (luc/luc)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.