Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Ciri-ciri Robot Trading Skema Ponzi, yang Curi Uang Kamu
    Insight News

    Ini Ciri-ciri Robot Trading Skema Ponzi, yang Curi Uang Kamu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:5 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Masyarakat dapat terhindar menggunakan robot trading yang berpotensi menerapkan skema ponzi. Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya membagikan sejumlah tips mengenali platform yang memiliki potensi fraud.

    Alfons menjelaskan Robot Trading merupakan piranti lunak yang melakukan otomasi dalam aktivitas jual-beli valas. Platform ini diperjualbelikan secara terbuka dan legal.

    Namun dia menuturkan menjadi masalah jika Robot Trading menjanjikan jaminan keuntungan tetap setiap bulan. Sebab trader profesional dan berpengalaman tidak ada yang berani melakukannya, ungkap Alfons.

    “Trader profesional dan berpengalaman tidak ada yang berani melakukannya dan disinyalir kuat menggunakan skema Ponzi untuk menarik anggotanya,” jelas Alfons, dalam keterangannya, Jumat (4/3/2022).

    Alfons membagikan beberapa indikasi Robot Trading berpotensi fraud:

    1. Broker Tidak Terpercaya

    Alfons mengatakan trading hanya boleh dilakukan oleh broker tertentu yang bersertifikat. Biasanya yang mencurigakan akan mengarahkan pada broker yang memenuhi ketentuan khusus.

    “Menurut analisa yang dilakukan oleh beberapa trader yang berpengalaman, tujuan menggunakan broker tertentu ini karena dimungkinkan untuk memanipulasi chart trading yang ada dengan chart trading fiktif yang telah diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan janji bagi hasil yang diberikan,” jelasnya.

    2. Nilai Valas Yang Jauh

    Pengguna diharuskan membeli dolar dari penyelenggara trading. Namun harganya 5-10% lebih mahal dari harga wajar. Untuk penarikan, juga harus menjual dengan harga lebih murah.

    Praktik ini membuat keuntungan instan bagi penyelenggara trading. Selain juga telah mengantongi keuntungan 5-10% dari member baru yang masuk.

    “Secara logis, tujuan spread jual beli yang sangat tinggi ini secara tidak langsung memberikan keuntungan instan kepada penyelenggara trading dimana setiap kali ada member baru masuk maka penyelenggara sudah mengantongi keuntungan 5 – 10 % dan hal ini secara tidak langsung menjelaskan mengapa skema yang diduga ponzi ini bisa berumur panjang,” kata Alfons.

    3. Robot Trading Tidak Berwujud

    Platform Robot Trading yang ditawarkan tidak ada wujudnya. Dari algoritma hingga cara kerja tidak menawarkan penjelasan. Ini membuat tidak ada informasi soal kelemahan platform dan juga tidak bisa dijalankan pada broker forex lain.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.