Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Bom Nuklir ‘Neraka’ Rusia, Kekuatan 3.800 Kali Hiroshima?
    Insight News

    Ini Bom Nuklir ‘Neraka’ Rusia, Kekuatan 3.800 Kali Hiroshima?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Maret 2022Updated:26 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bom nuklir Tsar Bomba saat ini menjadi senjata nuklir terbesar yang pernah diluncurkan dalam sejarah umat manusia. Bom yang juga disebut sebagai Big Ivan ini sebetulnya memiliki kekuatan sebesar 100 megaton.

    Namun, ketika diuji coba di Pulau Novaya Zemlya di Samudra Arktik pada 30 Oktober 1961, kekuatannya dimodifikasi hanya menjadi 500 megaton saja karena dinilai terlalu berbahaya untuk situasi uji coba.

    Padahal, separuh dari 100 megaton ini saja diperkirakan sudah setara 3.800 kali kekuatan bom Hiroshima yang dijatuhkan AS pada Perang Dunia II.

    Dikutip dari Britannica, pencipta senjata tersebut adalah sekelompok fisikawan Soviet di mana salah satu yang paling utama adalah Andrey Sakharov. Situasi Perang Dingin yang intens antara Uni Soviet dan Amerika Serikat saat itu menjadikan alasan mereka akhirnya menciptakan bom tiga tahap ini.

    Tsar Bomba memiliki arti harfiah Raja Bom. Sewaktu uji coba, bom nuklir Tsar Bomba dapat meledak sejauh 4 kilometer di atas permukaan tanah dan menghasilkan awan menyerupai jamur dengan tinggi lebih dari 60 kilometer. Kilatan ledakannya terlihat sampai sekitar 1.000 kilometer jauhnya.

    Hasil dari ledakan ini juga mencengangkan. Buktinya, sebuah desa tak berpenghuni bernama Severny yang jauhnya 55 kilometer dari titik nol menjadi rata karena uji coba tersebut. Bangunan-bangunan yang jaraknya 160 kilometer dari lokasi dilaporkan hancur. Hawa panas dari ledakan itu juga diperkirakan mampu menyebabkan luka bakar terhadap objek berjarak 100 kilometer.

    Pun begitu, Tsar Bomba tidak pernah diproyeksikan untuk digunakan. Bom ini tidak bisa dipakai oleh rudal balistik. Senjata itu perlu dibawa dengan pesawat konvensional, tetapi mudah dicegat sebelum mencapai lokasi sasaran.

    Oleh sebab itu, senjata tersebut diperuntukkan sebagai senjata propaganda. Setelah uji coba ledakan, salah satu pencipta bom nuklir Tsar Bomba, Sakharov, semakin terlibat dengan usaha pembatasan uji coba nuklir di bawah tanah.

    Kebijakan itu juga ditandatangani oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet pada 1963. Negara-negara lain pun ikut serta kemudian.

    Tsar Bomba kembali menjadi pembicaraan publik setelah serangan militer yang digencarkan Rusia ke Ukraina. Isu nuklir kembali mengemuka lantaran hingga saat ini kedua negara belum ada tanda-tanda perdamaian

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.