Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Infeksi Omicron Diduga ‘Bersihkan’ Varian Delta, Tanda Baik?
    Insight News

    Infeksi Omicron Diduga ‘Bersihkan’ Varian Delta, Tanda Baik?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2022Updated:11 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Omicron ditemukan bisa meningkatkan kekebalan dari varian Delta. Ini diungkap dalam sebuah penelitian oleh para ilmuwan Afrika Selatan.

    Studi belum ditinjau oleh rekan sejawat, menggunakan 15 subyek. Dari jumlah itu ada yang sudah divaksinasi dan tidak.

    Tim peneliti menemukan orang yang terinfeksi omicron mengembangkan peningkatan kekebalan dari Delta, dikutip dari laman Euronews, Kamis (10/2/2022).

    Para ilmuwan juga mengambil sampel apakah orang tersebut bisa menetralkan varian omicron dan Delta selama 14 hari. Dari 13 kasus yang tersisa, ada peningkatan 14 kali untuk kemampuan menetralkan, serta peningkatan 4,4 kali lipat dalam kemampuan menetralisir varian Delta.

    Selain itu 11 dari 13 peserta telah divaksinasi dan beberapa kemungkinan telah terinfeksi oleh jenis virus sebelumnya. Jadi belum jelas apakah netralisir ini terkait dengan infeksi omicron.

    “Oleh karena itu tidak jelas apakah yang kami amati adalah netralisasi silang efektif dari Delta oleh antibodi dari omicron, atau aktivasi kekebalan antibodi dari infeksi dan atau vaksinasi sebelumnya,” jelas penelitian itu.

    Profesor di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Afrika Selaran, Alex Sigal mengatakan omicron kurang patogen dan ‘akan membantu mendorong Delta’.

    “Peningkatan kekebalan penetralisir pada omicron diharapkan, yakni virus yang menginfeksi orang tersebut,” jelasnya.

    “Namun kami juga melihat orang yang sama, khususnya yang divaksinasi, mengembangkan kekebalan yang ditingkatkan pada Delta”.

    Sebagai informasi, varian omicron teridentifikasi pertama kali d Afrika Selatan pada bulan November. Dengan cepat, omicron menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

    Namun berdasarkan sejumlah penelitian menyebut omicron lebih kecil menyebabkan perawatan rumah sakit dan kematian dibandingkan Delta.

    Ini juga termasuk dua penelitian dari Inggris, yang mengatakan 70% lebih kecil pada pasien dengan omicron untuk dirawat di rumah sakit daripada mereka yang terinfeksi Delta.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.