Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Industri Teknologi Kehilangan Rp100 Ribu Trilun Dalam Setahun
    Insight News

    Industri Teknologi Kehilangan Rp100 Ribu Trilun Dalam Setahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2022Updated:28 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun ini seperti mimpi buruk bagi industri teknologi. Tercatat total Rp 100 ribu triliun hilang dalam industri selama satu tahun terakhir.

    Uang investor hilang mencapai US$7,4 triliun atau Rp 116.300 triliun dalam setahun di Nasdaq, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (28/11/2022).

    CNBC Internasional mencatat tidak ada satu pun dari 15 perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) paling berharga yang bisa menghasilkan pengembalian positif dari tahun 2021. Microsoft, misalnya kehilangan kapitalisasi pasar US$700 miliar (Rp 11 ribu triliun).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nilai Meta yang anjlok lebih dari 70%. Nasib buruk raksasa jejaring sosial itu terjadi hanya berselang satu tahun setelah pendirinya Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya.

    Facebook, nama yang diganti itu, secara konsisten kerap memberikan pengembalian pada investor. Capaiannya juga gemilang untuk mengalahkan perkiraan dan pertumbuhan yang menguntungkan.

    Menurut laman tersebut, kenaikan suku bunga menghalangi akses ke modal yang mudah. Lonjakan inflasi juga membuat perusahaan yang menjanjikan keuntungan jadi tidak berharga saat ini.

    Mimpi buruk itu ditambah dengan perusahaan di seluruh industri harus memotong biaya operasional. Selain itu juga melakukan pembekuan perekrutan karyawan baru dan PHK pegawai.

    Bagi karyawan yang bergabung dengan perusahaan pra-IPO juga harus menelan pil pahit. Dulunya mereka mendapatkan sebagian besar kompensasi dapat opsi saham, namun sekarang tak sama lagi dan berharap bisa pulih di masa depan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siasat Baru Biden Cegah China Jadi Raja Teknologi Dunia

    (npb/roy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.