Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Industri Kosmetika Lokal Dibanjiri Impor China, BPOM Ungkap Faktanya
    Inspiring You

    Industri Kosmetika Lokal Dibanjiri Impor China, BPOM Ungkap Faktanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman27 Agustus 2024Updated:27 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengungkapkan dalam lima tahun terakhir sejak 2019 ada 519.746 izin edar kosmetika yang diterbitkan dan 69% diantaranya adalah produk lokal. Artinya sebagian besar produk kosmetik yang beredar di tanah air seharusnya berasal dari brand lokal. Hal ini menanggapi adanya temuan produk impor China yang membanjiri pasar dan mulai ‘memukul’ industri lokal.

    “Tentu berdasarkan data masih mayoritas dari lokal dan dari data yang dimiliki lagi 2019, 565 perusahaan kosmetik, tapi di pertengahan 2024 sudah ada 1.178 perusahaan kosmetik,” ujarnya dalam CNBC Indonesia Beauty Journey Special, Selasa (27/8/2024).

    Terkait produk yang merajai pasar dalam negeri berasal dari China dia melihat produk yang teregistrasi di BPOM adalah UMKM. Sayangnya, biasanya UMKM memiliki kendala dalam memasarkan produknya yang masih bersifat tradisional.

    “Jadi bukan online dan sebagainya (pemasarannya) apalagi e-commerce, jadi saya kira jadi tantangan tersendiri. Bagaimana kita mendukung UMKM kosmetika ini mengerti proses pemasaran,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bara Krishna Hasibuan mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir industri kosmetik tumbuh 43% dengan kehadiran sekitar seribu perusahaan lokal dengan ekspor.

    “Kita punya instrumen bisa safeguard, atau bea masuk. Juli lalu disimpulkan belum ada justifikasi untuk mengajukan aduan impor kepada Kemendag untuk menerapkan bea masuk sebagai bentuk tindak pengamanan, karena salah satu impor banyaknya bahan baku untuk kosmetik,” kata Bara.

    Saat ini menurutnya 80% raw material untuk produksi kosmetik masih impor. Sehingga diperlukan justifikasi dan kehati-hatian dalam menerapkan kebijakan proteksi.

    (rah/rah)

    Saksikan video di bawah ini:

    Resistensi Bisnis Kecantikan di Tengah Tantangan Ekonomi Global





    Next Article



    14 Jenis Barang Bawaan dari Luar Negeri yang Dibatasi, Cek!



    Ide Sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.