Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Induk TikTok Rajanya Bajak Karyawan, Habis Itu Malah PHK!
    Insight News

    Induk TikTok Rajanya Bajak Karyawan, Habis Itu Malah PHK!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Januari 2023Updated:1 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bursa transfer talenta digital sempat geger beberapa tahun belakangan, sebelum fenomena badai PHK berlangsung. Menurut laporan dari ‘Asia Partners Internet 2023’, ByteDance merupakan raksasa teknologi yang paling banyak membajak pegawai.

    ByteDance merekrut 831 orang dari Sea Group, perusahaan induk Shopee dan Garena. Layanan kedua perusahaan ini bisa dibilang masih beririsan.

    ByteDance merupakan perusahaan induk TikTok yang belakangan turut meramaikan kompetisi e-commerce. Menjawab hal tersebut, Shopee pun mulai gencar mempromosikan fitur Live serupa TikTok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sejauh ini, pembajakan talenta oleh ByteDance adalah yang terbesar di seluruh ekosistem inovasi regional,” begitu tertera pada laporan, dikutip CNBC Indonesa, Selasa (31/1/2023).

    Selain membajak talenta Sea Group, secara total ByteDance merekrut 1.644 talenta digital dari raksasa teknologi ‘Big 8’. Masing-masing adalah Sea Group, Grab, Laada, Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

    ByteDance membajak 245 karyawan dari Grab dan 265 orang dari Lazada. Selanjutnya, induk TikTok itu juga mengambil 56 talenta Zalora, 59 dari Gojek, 99 dari Tokopedia, 39 dari Bukalapak, dan 50 dari Traveloka.

    ByteDance PHK 

    Meskipun gencar membajak talenta digital, nyatanya ByteDance harus melakukan PHK pada ratusan karyawan di berbagai departemen pada akhir 2022 lalu. Langkah ini diambil sebagai langkah efisiensi, menurut laporan dua orang dalam, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

    Adapun PHK ini berdampak pada karyawan di Douyin, layanan serupa TikTok tetapi hanya beroperasi di China. Douyin memiliki 600 juta pengguna aktif harian (daily active user/DAU).

    Selain Douyin, PHK juga berdampak pada bisnis real estate dan layanan gaming ByteDance. Adapun PHK ini dikatakan cuma berpengaruh pada secuil SDM keseluruhan ByteDance yang berjumlah lebih dari 100.000 orang secara global.

    Belum ada kabar apakah PHK ini akan berpengaruh pada TikTok sebagai unit bisnis ByteDance yang sukses besar.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.