Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Indonesia Terbelah Jadi Dua, Ahli Ungkap Asal-Usulnya
    Insight News

    Indonesia Terbelah Jadi Dua, Ahli Ungkap Asal-Usulnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Oktober 2024Updated:12 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia terbelah menjadi dua dengan garis imajiner bernama Garis Wallace.

    Garis Wallace ini sebagai cara membagi wilayah berdasarkan jenis flora dan fauna. Garis itu dipetakan Alfred Wallace saat perjalanannya di beberapa wilayah tahun 1863.

    Saat itu dia menjelajahi Singapura, Filipina, Papua Nugini dan Indonesia. Wallace menyadari ada perbedaan spesies di tiap wilayahnya. Dia juga menemukan fakta spesies Asia bisa menyeberangi garis Wallace dan wilayah lainnya. Namun hal yang sama tidak bisa terjadi pada spesies dari Australia.

    Menurut para peneliti, hal tersebut karena adanya perubahan iklim ekstrem. Penyebabnya akibat aktivitas tektonik 35 juta tahun lalu. Pada akhirnya membuat Australia terpisah dengan Antartika dan menambrak Asia, yang melahirkan Nusantara.

    Para peneliti menggunakan model komputer untuk menjelaskan efek iklim dari tubrukan itu. Mereka memperhitungkan kemampuan menyebarkan, preferensi ekologi, dan keterlibatan evolusi lebih dari 20 ribu spesies di kedua sisi garis Wallace.

    “Ketika Australia menjauh dari Antartika, itu membuka area laut dalam yang mengelilingi Antartika yang sekarang menjadi tempat Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) berada,” kata ketua penulis studi dan ahli biologi evolusi di Universitas Nasional Australia, Alex Skeels, dikutip dari Live Science.

    ACC di Antartika merupakan arus laut terbesar dunia. Ini memiliki peran penting dalam mengatur iklim Bumi.

    Berdasarkan hasil penelitian juga terungkap perubahan iklim tidak berdampak pada semua spesies. Misalnya iklim di Semenanjung Asia Tenggara dan Indonesia lebih hangat dan basah, sementara Australia lebih dingin dan kering.

    Dari sana disimpulkan musim mempengaruhi kemampuan adaptasi tiap makhluk hidup. Spesies yang hidup di Asia bisa beradaptasi dengan kondisi Indonesia serta berpindah ke zona Australia, namun tidak dengan sebaliknya.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Antisipasi Risiko Penyakit Lewat Teknologi AI di Layanan Tes DNA

    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.