Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Indodax Dipanggil Bappepti Usai Dugaan Peretasan Rp 221 Miliar
    Insight News

    Indodax Dipanggil Bappepti Usai Dugaan Peretasan Rp 221 Miliar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2024Updated:15 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memanggil manajemen Indodax buntut dugaan peretasan pada sistem transaksi aset kripto.

    Kepala Bappebti Kasan menyampaikan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Indodax. Mereka juga sudah melakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut.

    Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan.

    Kasan juga menjelaskan, Indodax saat ini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik.

    “Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,” kata Kasan dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Kamis(12/9/2024).

    Dalam keterangan terpisah, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya menyatakan, tidak ada dana pelanggan yang terdampak.

    “Sejauh ini info tidak ada dana pelanggan,” ujar Tirta saat dihubungi melalui pesan singkat.

    Dilaporkan sebelumnya, Indodax mengalami serangkaian transaksi mencurigakan yang diduga merupakan aksi peretasan pada Rabu (11/9/2024). Hal ini diungkap oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts.

    Cyvers Alerts mencatat terdapat alamat yang dilaporkan menampung aset senilai sekitar US$ 14,4 juta (sekitar Rp 221 miliar) yang kemudian ditukarkan menjadi Ether.

    “Peringatan, hey @indodax, sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet Anda di berbagai jaringan. Alamat mencurigakan tersebut sudah menampung 14,4 juta USD dan menukar token tersebut ke Ether,” tulis Cyvers Alerts di akun X-nya.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan.

    “Sistem transaksi kami betul diduga mengalami peretasan. Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada. Selama proses ini, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah.” pungkas Oscar

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Modal Ventura Ungkap “Nasib” Investasi Startup Era Baru Prabowo




    Next Article



    Pesan Buat Pencinta Kripto, Jangan Berharap Soal Ini



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.