Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Incaran Konglomerat, 5 Startup Sayur-Buah Kini Tutup Layanan
    Insight News

    Incaran Konglomerat, 5 Startup Sayur-Buah Kini Tutup Layanan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2022Updated:23 September 2022Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup yang menyediakan layanan belanja sayur buah online menjadi sektor yang menjadi magnet investasi bagi para konglomerat. Namun ternyata beberapa pemain startup di industri tersebut terpaksa harus melakukan PHK pegawai bahkan sampai menutup layanan.

    Di tengah tekanan yang tengah dialami oleh perusahaan teknologi di seluruh dunia, startup yang menyediakan layanan pembelian dan pengiriman produk pangan segar kini harus menghadapi banyak pemain baru.

    Saingan baru mereka adalah perusahaan yang menyediakan layanan quick commerce, yaitu platform belanja online yang menawarkan barang tiba kurang dari 1 jam ke tangan konsumen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Seperti yang terjadi pada Stoqo. Startup yang menjual sembako secara online untuk bisnis kuliner itu beroperasi untuk terakhir kali pada 22 April 2020.

    Lalu, yang terbaru ada HappyFresh yang harus rela menutup layanan di beberapa lokasi operasi mereka. Selain dua startup tersebut, ada beberapa lainnya yang terpaksa harus menutup layanan dan merumahkan karyawan. Siapa saja? berikut selengkapnya:

    1. Stoqo

    Startup yang menjual sembako secara online untuk bisnis kuliner itu berhenti beroperasi pada 22 April 2020.

    Satu hari sebelum penutupan, manajemen mengumpulkan karyawan yang mengabarkan penghentian operasional perusahaan. Stoqo juga mengumumkan penghentian layanan pada website resminya.

    Startup itu memasok bahan makanan segar seperti cabai, telur dan ampas kopi ke gerai makanan atau restoran. Pada akhirnya, pandemi Covid-19 membatasi ruang usaha dan melemahkan bisnis Stoqo.

    Stoqo dilaporkan memiliki 250 karyawan sejak pertama kali didirikan. Sejumlah investor juga telah menggelontorkan dana bagi perusahaan termasuk Alpha JWC Ventures, Mitra Accel, Insignia Ventures Partners dan Monk’s Hill Ventures.

    2. Tanihub

    Hal serupa terjadi pada startup pertanian, Tanihub. Pada Februari tahun ini mereka menghentikan operasional dua gudang yakni di Bandung dan Bali.

    Senior Corporate Communication Manager TaniHub Group, Bhisma Adinaya, mengatakan, ditutupnya dua gudang itu agar pihaknya bisa mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan B2B yaitu horeka, ritel modern, grosir UMKM, dan mitra strategis.

    “Nantinya, serapan hasil panen petani pun juga akan makin besar dan tentunya akan turut memperkuat sisi hulu kami,” ujar Bhisma dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia.

    “Dengan demikian kami menghentikan juga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan B2C [melayani rumah tangga],” imbuhnya.

    TaniHub juga melakukan PHK karyawan. PHK terhadap karyawan ini merupakan dampak dari ditutupnya operasional gudang di Bandung dan Bali tersebut. Namun perusahaan tidak menyebut jumlah karyawan yang terdampak PHK.

    Tanihub bukan satu-satunya startup e-groceries yang goyah. Paling baru adalah Brambang. Dalam pengumuman di akun Instagramnya, layanan tersebut telah ditutup sejak 27 Mei 2022 lalu.




    Foto: Perkebunan teh di Kawasan Pasir Jambu, Bandung, Jawa Barat (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

    3. Brambang

    Layanan Brambang yang sebelumnya bergerak di sektor groceries disebutkan akan beralih ke marketplace smartphone dan elektronik. Perusahaan juga tak menyinggung alasan penutupan layanan tersebut.

    “Halo pelanggan setia Brambang.com. Terima kasih atas kepercayaan Anda selama ini, kami informasikan bahwa layanan groceries Brambang akan berhenti pada Jumat, 27 Mei pkl 19.00 WIB,” tulis akun Brambang.com. “Jangan khawatir, kami akan terus melayani Anda melalui bisnis layanan kami @brambangelektronik

    4. Sayurbox

    Beberapa waktu lalu, startup Sayurbox juga diketahui menutup gerai milik mereka yang diberi nama Tokopanen. Kabarnya, Tokopanen ditutup karena kinerjanya tidak terlalu baik. Dampak penutupan Tokopanen terhadap jumlah tenaga kerja Sayurbox tidak diketahui.

    Sayurbox tidak merespons pertanyaan dari CNBC Indonesia tentang penutupan Tokopanen dan nasib pegawai Sayurbox yang sebelumnya dikerahkan untuk mengelola bisnis offline tersebut.

    Seperti yang telah disampaikan, startup sayur buah ini terlihat menggiurkan. Tak heran sejumlah konglomerat bahkan menanamkan modal kepada mereka. Seperti Sayurbox, yang baru meraih pendanaan Seri C senilai lebih dari US$ 120 juta atau lebih dari Rp 1,7 triliun.

    Pendanaan ini dipimpin oleh Northstar dan Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari International Finance Corporation (IFC).

    Investor Sayurbox sebelumnya, yakni Astra, Syngenta Group Ventures, serta Global Brain, dan beberapa investor lainnya juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini.

    Pendanaan Seri C ini didapat kurang dari setahun setelah pendanaan Seri B senilai US$ 15 juta (Rp 216 miliar) yang dipimpin oleh Astra.




    Suasana aktifitas pasar induk Kramat Jati di Blok buah, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020). Kementerian Pertanian  memperketat pintu masuk impor beberapa jenis makanan termasuk buah-buahan dari daerah atau negara tertentu yang kemungkinan terkontaminasi virus corona sebagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. Upaya pengetatan dilakukan melalui penerapan biosecurity terhadap komoditas impor untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Sampai saat ini, ia memastikan belum ada data yang menunjukkan kontaminasi Virus Corona terhadap komoditas impor. Pantauan CNBC dilokasi pasar pedagang pasar mengaku dagangannya normal biasa saja. Hanya saja pasoka  importir buah belum datang dan rencana april nanti. Puji salah satu pedagang mengatakan Foto: Ilustrasi Penjualan Buah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    5. Happy Fresh

    Happyfresh menutup layanan di sejumlah wilayah, seperti di Malaysia hingga sebagian Jakarta, Indonesia.

    Laman Lowyat melaporkan terdapat pemberitahuan dalam aplikasi HappyFresh mengumumkan seluruh tokonya di Malaysia akan ditutup sementara. Perusahaan hanya menyebutkan kebijakan akan berlangsung hingga masalah bisa diselesaikan.

    HappyFresh juga tidak menjelaskan masalah apa yang dimaksud. Perusahaan hanya menyebutkan butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya, demikian dikutip Jumat (23/9/2022).

    Namun baru 10 hari setelah kabar tersebut, HappyFresh kemarin (22/9) kembali mengumumkan dimulainya kembali operasi bisnis di Indonesia. Namun, mereka masih mengkaji potensi membuka kembali operasi di Thailand dan Malaysia.

    Ini terjadi setelah suntikan dana segar untuk mendukung operasi HappyFresh di Indonesia, pasar yang paling menguntungkan di antara tiga wilayah HappyFresh beroperasi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Daftar Startup Quick Commerce, dari Astro hingga Allo Fresh

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.