Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Temukan Laut Tersembunyi di Antariksa, Ini Lokasinya
    Insight News

    Ilmuwan Temukan Laut Tersembunyi di Antariksa, Ini Lokasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 September 2023Updated:26 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jejak lautan tersembunyi ditemukan di antariksa. Lokasinya berada di Europa, salah satu bulan milik Jupiter.

    Laut itu tersembunyi di bawah permukaan es dan ditemukan dari data Teleskop Luar Angkasa James Webb. Pada awalnya, studi menemukan karbondioksida di permukaan Europa. 

    Ilmuwan lantas bertanya-tanya pertanyaan apakah kemunculannya berasal dari lautan misterius di sana.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Akhirnya, dua tim peneliti yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melakukan penelitian untuk menemukan jawaban. Mereka menggunakan data dari spektrometer infrared milik teleskop Webb.

    Hasilnya karbondioksida terbanyak berada di Tara Regio, wilayah dengan luas 1.800 kilometer. Tempat itu memiliki bukit bergerigi dan retakan, yang disebut salah satu teori karena pembekuan air hangat yang naik dan sempat mencairkan permukaan es jauh sebelumnya.

    “[Karbon dioksida] kemungkinan berasal dari laut dalam,” kata ilmuwan planet Cornell University dan penulis utama studi, Samantha Trumbo, dikutip dari Phys, Senin (25/9/2023).

    Bukan hanya itu, para peneliti juga menemukan table salt di kawasan Tara Regio. Melansir Mayo Clinic, garam tersebut biasanya ditambang dari endapan bawah tanah dan diproses untuk menghilangkan mineral lain.

    Garam tersebut dilaporkan membuat wilayah Tara Regio lebih kuning dibandingkan wilayah lain di Europa yang berwarna putih. Penemuan itu juga membuat para peneliti menduga berasal dari lautan.

    “Jadi sekarang kita punya garam dan Co2. Kami mulai mempelajari lebih banyak bentuk kimia internal itu,” jelas Trumbo.

    Untuk mengumpulkan data lebih banyak, telah disiapkan dua misi menuju Europa. Salah satunya Juice yang diluncurkan April dan misi NASA, Europa Clipper akan berangkat pada Oktober 2024 mendatang.



    Artikel Selanjutnya


    NASA Simulasi ‘Kiamat’ Lokal, Bumi Cuma Punya Waktu 30 Menit

    (npb/npb)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.