Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Ramal Tahun 2026 Kiamat, Begini Penjelasannya
    Insight News

    Ilmuwan Ramal Tahun 2026 Kiamat, Begini Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Maret 2024Updated:23 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id  – Dua tahun lagi atau 2026 mendatang diramal menjadi tahun awal kiamat. Lho kok bisa?

    Ramalan itu diungkapkan oleh ahli fisika Heinz von Foerster dari University of Illinois. Ini berasal dari masalah populasi manusia.

    Sebelumnya terungkap populasi manusia akan berdampak pada masalah pemenuhan kebutuhan populasi makanan. Ini diungkapkan Thomas Malthus selaku ekonom dan ahli demografi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun ini sempat dibantah. Sebab perkembangan teknologi bisa mendorong produksi makanan untuk memenuhi banyaknya jumlah manusia.

    Foerster mengembangkan teori soal penghitungan pertumbuhan populasi makanan. Teori tahun 1960 menghitung kiamat mulai terjadi pada 2026 mendatang.

    Kala itu, populasi manusia mencapai batas maksimum yang bisa ditanggung Bumi. Perhitungan berdasarkan matematika yang rumit itu menambahkan banyak faktor, mulai dari bencana skala besar seperti perang nuklir, pembentukan masyarakat dunia yang kooperatif, pengembangan metode teknis yang menghasilkan pasokan makanan tanpa terbatas, dan lainnya.

    “Populasi yang cerdas akan memusnahkan diri mereka sendiri. Anak cucu kita tak akan kelaparan. Mereka akan diperas hingga meninggal,” kata dia.

    Dia juga sadar soal kecanggihan teknologi produksi makanan. Sayangnya hal itu tak membantu kecepatan kelahiran manusia.

    Untuk menghindari ini, pemerintah dunia perlu melakukan intervensi mengontrol kecepatan laju populasi. Salah satunya dengan beban pajak pada keluarga yang memiliki lebih dari dua anak.


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.