Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Penemu Vaksin Covid-19 Sputnik Dibunuh di Rusia
    Insight News

    Ilmuwan Penemu Vaksin Covid-19 Sputnik Dibunuh di Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2023Updated:10 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ilmuwan penemu vaksin Covid-19 dibunuh di Rusia. Ia adalah Andrey Botikov, salah satu peneliti yang ikut membantu mengembangkan vaksin Sputnik.

    Andrey dilaporkan tewas di apartemennya pekan lalu. Kematian peneliti senior di Pusat Penelitian Ekologi dan Matematika Nasional Gamaleya disebut karena dibunuh.

    Laporan tersebut berasal dari unggahan Telegram Komite Investigasi Federasi Rusia. Menurut penyidik, pria berusia 29 tahun mencekik Botikov dengan ikat pinggang saat insiden berlangsung.

    Setelah kejadian, pelaku melarikan diri. Namun tak lama kemudian, tersangka berhasil ditangkap.

    “Lokasi penyerang diketahui dalam waktu singkat. Selama interogasi dia mengaku bersalah dan didakwa,” kata pihak berwenang dilaporkan Kantor Berita Rusia TASS, dikutip BusinessInsider, Kamis (9/3/2023).

    Sebelumnya tersangka juga pernah diadili karena melakukan kejahatan serius. Para penyidik sedang mengusahakan memohon pengadilan menahannya sambil menunggu persidangan.

    Laman Marca melaporkan pusat tempat ilmuwan bekerja belum memberikan komentar akan kematian Botikov.

    Botikov merupakan ahli virologi berusia 47 tahun. Dia bagian dari 18 orang yang membantu menciptakan vaksin asal Rusia Sputnik tahun 2020 lalu.

    The Daily Beast melaporkan Botikov juga sempat mendapatkan penghargaan Order of Merit for the Fatherland oleh presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2021.

    Sementara vaksin Sputnik telah didaftarkan pada 11 Agustus 2020. Namun, Marca mencatat vaksin itu dikritik masyarakat internasional karena Rusia memberikan persetujuan bahkan sebelum hasil penelitian lanjutan belum tersedia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.