Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Bercocok Tanam Pakai Tanah Bulan, Hasilnya?
    Insight News

    Ilmuwan Bercocok Tanam Pakai Tanah Bulan, Hasilnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2022Updated:17 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian terbaru berhasil menanam tanaman dengan tanah Bulan. Hasil dari tim peneliti di Universitas Florida dapat menjadi implikasi untuk misi antariksa secara jangka panjang, saat astronot membutuhkan sumber makanan sendiri.

    Para peneliti meminta NASA untuk meminjamkan sampel regolith Bulan. Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) mengumpulkan sampel itu dari lokasi berbeda di Bulan dalam tiga misi Apollo pada lima dekade lalu.

    Setelahnya tim menempatkan benih Arabidopsis dalam sampel kecil tanah tersebut. Sampel tersebut disebut kurang nutrisi dan menunggu apa yang terjadi sesuatu.

    Setelah dua hari, ternyata tunas hijau muncul ke permukaan. Namun berselang enam hari, tanaman tersebut terlihat tidak sehat seperti ditanam dengan tanah Bumi atau dalam budidaya dengan simulasi Bulan dari abu vulkanik.

    Contohnya adalah tanaman di sampel Bulan itu tumbuh lebih lambat. Selain itu juga punya akar yang kecil dan daun kerdil, serta menunjukkan pigmentasi kemerahan, dikutip dari Digital Trends, Senin (16/5/2022).

    Pada hari ke-20, sebelum tanaman mulai berbunga, tim peneliti memanennya. Berikutnya tanaman diperhalus dan mempelajari RNA (asam ribonukleat).

    Hasilnya ternyata tanaman memang stres dan merespon. Mirip seperti Arabidopsis yang tumbuh di lingkungan keras misalnya di tanah dengan banyak garam atau logam berat.

    Ternyata kualitas tanah di Bulan juga bervariasi. Karena dari penelitian satu sampel secara khusus menghasilkan pertumbuhan lebih buruk dari dua lainnya.

    Lebih lanjut, tim peneliti akan menggunakan regolith yang sama untuk lebih banyak benih. Dengan begitu bisa mengetahui apakah tanaman asli memiliki efek dengan tanah di Bulan.

    “Penelitian ini sangat penting untuk tujuan eksplorasi manusia jangka panjang NASA, sebab kita perlu menggunakan sumber daya yang ditemukan di Bulan dan Mars dalam pengembangan sumber makanan bagi astronot yang tinggal dan beroperasi di luar angkasa di masa depan,” jelas kepala NASA, Bill Nelson.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Stasiun Luar Angkasa ISS Pensiun, Jatuh di Samudera Pasifik

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.