Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Beberkan Bukti Lubang Hitam Raksasa Melahap Galaksi, Ngeri!
    Insight News

    Ilmuwan Beberkan Bukti Lubang Hitam Raksasa Melahap Galaksi, Ngeri!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2024Updated:18 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Teleskop luar angkasa James Webb menangkap insiden ‘mengerikan’ di antariksa. Para astronom berhasil mengobservasi lubang hitam raksasa (supermassive black hole) ‘membunuh’ galaksi dengan menyedot mereka hingga mati.

    Penyedotan galaksi ini berlangsung sangat cepat berkat muatan angin dari udara sebesar 2,2 juta mil per jam.

    Sebagai informasi, galaksi dinyatakan mati ketika pembentukan bintangnya diputus. Kondisi ini terjadi ketika kumpulan bintang, awan udara, serta debu di sekitarnya telah ‘kelelahan’.

    Ilmuwan sudah sejak lama mencurigai galaksi bisa dibunuh secara prematur oleh lubang hitam raksasa. Namun, observasi dari teleskop James Webb adalah yang pertama menunjukkan bukti valid bahwa galaksi bisa disedot hingga kelaparan dan mati.

    Penemuan ini dilaporkan oleh tim peneliti dari University of Cambridge yang mempelajari pembentukan galaksi awal dengan nama ‘GS-10570’ atau ‘Galaksi Pablo’.

    Galaksi Pablo terletak dengan jarak 11,5 miliar kecepatan cahaya, atau terbentuk sekitar 2,3 miliar setelah Big Bang, dikutip dari Space, Selasa (17/9/2024).

    “Berdasarkan observasi awal, kami mengetahui galaksi ini berstatus padam, yakni tidak membentuk banyak bintang jika dilihat dari ukurannya. Kami memprediksi ada kaitan antara lubang hitam dengan matinya pembentukan bintang di Galaksi Pablo,” kata anggota tim Francesco D’Eugenio dari Cambridge.

    “Namun, sebelum pendeteksian dari James Webb, kami tak bisa mempelajari lebih lanjut soal padamnya galaksi dan kaitannya dengan lubang hitam. Kami juga tak tahu apakah kepadaman ini bersifat sementara atau permanen,” ia menjelaskan.

    Dengan massa seberat 200 miliar kali matahari, atau kira-kira seukuran Galaksi Bimaksakti, umumnya galaksi itu bisa memproduksi bintang sekitar 12,5 miliar atau 11,5 miliar tahun yang lalu.

    “Akhirnya kami menemukan bahwa lubang hitam telah membunuh galaksi ini dengan memotong sumber asupan ‘makanan’ yang dibutuhkan galaksi untuk menciptakan bintang baru,” kata D’Eugenio.

    Tim peneliti selanjutnya akan meneruskan observasi James Webb terkait Galaksi Pablo dengan investigasi dengan Atacama Large Milimeter-Submilimeter Array (ALMA).

    Alat itu memiliki 66 teleskop radio yang berlokasi di sebelah utara Chile. Alat itu bisa mendeteksi udara dingin di sekitar Galaksi Pablo dan menemukan efek lubang hitam raksasa di sekitar galaksi tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Modal Ventura Ungkap “Nasib” Investasi Startup Era Baru Prabowo




    Next Article



    Ancaman ‘Kiamat’ Paling Dekat Muncul pada 2029



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.