Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Amerika Berhasil Menciptakan Matahari di Lab
    Insight News

    Ilmuwan Amerika Berhasil Menciptakan Matahari di Lab

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:18 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti di Amerika Serikat berhasil menciptakan reaksi fusi nuklir, mereplikasi energi yang dihasilkan oleh bintang termasuk matahari. Ini dinilai sebagai terobosan penting menuju sumber energi bersih yang bebas limbah dan emisi.

    Pada Selasa, menurut CNBC International, Kepala Departemen Energi AS dan pejabat sains tingkat federal mengumumkan reaksi fusi nuklir di Lawrence Livermore National Laboratory di California berhasil mencapai energi netto. Artinya, reaksi fusi menghasilkan lebih banyak energi dari energi yang dibutuhkan untuk memicu reaksi nuklir tersebut.

    Pencapaian di California adalah energi netto pertama yang bisa diwujudkan oleh manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fusi adalah proses matahari menciptakan energi. Keberhasilan mereplika proses nuklir bintang tersebut membuka jalan untuk sumber energi baru, yang kemungkinan baru bisa terwujud dalam beberapa puluh tahun ke depan.

    Proses fusi nuklir, menurut CNBC International, adalah proses pembangkitan energi yang bisa dikomersialisasikan dengan cepat. Selain itu, fusi nuklir tidak memproduksi emisi karbon dan tidak menghasilkan limbah nuklir yang dihasilkan oleh proses fisi nuklir, yang sekarang diterapkan di pembangkit listrik tenaga nuklir.

    Dalam eksperimen, laser berkekuatan tinggi diarahkan ke target berukuran sehelai rambut di National Ignition Facility. “Dalam eksperimen, 192 laser menyatu dan memanaskan kapsul berisi deutrium dan tritium di suhu 3 juta derajat Celcius dan untuk waktu singkat, menciptakan kondisi terciptanya sebuah bintang,” kata Kepala Badan Keamanan Nuklir AS Jill Hruby.

    Secara sederhana, fusi nuklir adalah proses yang terjadi saat dua atom saling menubruk dan melebur menjadi atom yang lebih besar. Proses ini menciptakan energi yang sangat besar.

    Menurut laporan Financial Times, reaksi fusi nuklir di AS memproduksi 120% energi lebih besar dibandingkan dengan laser yang digunakan untuk mencetuskan reaksi tersebut. Fusi menghasilkan energi sebesar 10 kuadriliun watt hanya dalam waktu 1 per 100 triliun detik.

    “Data diagnostik awal menyiratkan eksperimen sukses di NIF. Namun, hasil tepatnya masih ditentukan dan belum bisa kami konfirmasi,” kata perwakikan NIF kepada Financial Times, dikutip Selasa (13/12/2022).

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.