Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut China, Jeff Bezos Mau Hantam Elon Musk di Luar Angkasa
    Insight News

    Ikut China, Jeff Bezos Mau Hantam Elon Musk di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2023Updated:15 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amazon berencana meluncurkan satelit internet mulai awal 2024. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut bakal menjadi saingan utama satelit Starlink milik Elon Musk.

    Menurut Reuters, unit bisnis satelit Amazon, Project Kuiper, mulai memproduksi massal satelit pada akhir 2023. Amazon berambisi menempatkan 3.000 satelit di orbit rendah Bumi dalam beberapa tahun ke depan.

    “Kami memastikan akan melakukan beta testing dengan pengguna komersial pada 2024,” kata Senior VP Amazon Devices Dave Limp, seperti dikutip Reuters pada Rabu (15/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Amazon mendapatkan izin untuk meluncurkan 3.236 satelit. Jika peluncuran berlangsung sesuai jadwal, setengah dari jumlah satelit tersebut sudah berada di orbit pada 2026.

    Modal yang disiapkan oleh Amazon untuk memproduksi dan meluncurkan satelit penunjang jaringan Kuiper adalah US$ 10 miliar. Raksasa teknologi yang juga bergerak di bidang ecommerce dan komputasi awan tersebut bakal mengandalkan kapasitasnya sebagai produsen produk elektronik untuk mengungguli Starlink sebagai penyedia jaringan internet berbasis satelit.

    Starlink saat ini sudah bisa digunakan oleh pengguna di seluruh dunia, tetapi masih menunggu izin untuk beroperasi di beberapa negara termasuk Indonesia. Sebanyak 4.000 satelit Starlink telah diposisikan di orbit rendah Bumi untuk menunjang layanan tersebut.

    Selain mengumumkan rencana peluncuran pertama, Amazon juga memperkenalkan tiga jenis terminal bumi yaitu antena untuk menangkap sinyal internet satelit. Untuk memproduksi antena jenis standar dengan kecepatan sambungan 400 Mbps, Amazon membutuhkan anggaran US$ 400.

    Di sisi lain, terminal Starlink dijual di harga US$599 per unit. Head of Starlink Enterpise Sales mengklaim terminal Starlink sudah digunakan oleh sekitar 1 juta pelanggan.

    Selain Amazon, China juga memiliki ambisi berkompetisi dengan Starlink sebagai penyedia internet satelit global. Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor Xu Can dari People’s Liberation Army’s (PLA) Space Engineering University, tengah menyiapkan 12.992 satelit yang siap diangkut ke orbit rendah Bumi.

    “Proyek satelit ini memastikan negara kami punya tempat di orbit rendah dan mencegah konstelasi Starlink mengambil semua sumber daya orbit rendah,” kata tim peneliti dikutip dari Business Insider, Rabu (8/3/2023).



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.