Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Idul Adha Arab Saudi-Muhammadiyah Beda, Ini Kata Ahli BRIN
    Insight News

    Idul Adha Arab Saudi-Muhammadiyah Beda, Ini Kata Ahli BRIN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juni 2023Updated:28 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perayaan Idul Adha tahun ini dilaksanakan pada tanggal yang berbeda. Pemerintah memutuskan Idul Adha jatuh pada 29 Juni 2023, sementara Muhammadiyah sama seperti Arab Saudi melaksanakannya Rabu hari ini (28/6/2023).

    Penentuan awal Dzulhijjah sendiri menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), serta kriteria astronomi Odeh.

    Kriteria Mabims merujuk pada tinggi bulan minimal 3 derajat, elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat, dari aplikasi Astronomis PP Persis. Sementara itu, metode Odeh diambil dengan pengamatan dari aplikasi Accurate Time.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ternyata perbedaan pelaksanaan Idul Adha karena hilal tidak terlihat pada 18 Juni 2023 lalu. Hal tersebut sempat diungkapkan oleh Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dalam blog pribadinya.

    “Pada 18 Juni 2023, hilal tidak mungkin terlihat di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara secara umum,” kata Thomas.

    Saat itu dia memperkirakan posisi bulan pada maghrib 18 Juni 2023 hanya 2,1 derajat. Tinggi tersebut terbilang cukup rendah dan tidak mungkin ada kesaksian hilal.

    Saat sidang Isbat, Minggu (18/6/2023), disebutkan jika posisi bulan memang belum mencapai kriteria hilal. Saat itu teramati tingginya 0 derajat 20 sampai 2 derajat 36 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 40 menit sampai dengan 4 derajat 94 menit.

    Thomas melanjutkan hilal di Arab Saudi pada tanggal 18 Juni 2023 sudah cukup tebal untuk mengalahkan cahaya syafak. Dengan begitu bisa dirukyat saat itu.

    Thomas memperkirakan tinggi bulan pada 18 Juni sudah melebihi kriteria. Yakni 4,6 derajat dan sudut elongasi geosentrik 7 derajat.

    Dalam pengumuman resminya, Arab menentukan puncak haji 27 Juni 2023 dan Idul Adha pada 28 Juni 2023. Saudi Gazette menuliskan jika bulan sabit Zulhijjah telah terlihat di sana.

    “Terlihat bulan sabit Zulhijah di Saudi Arabia, artinya Hari Arafah hari Selasa tanggal 27 Juni, dan Idul Adha hari Rabu tanggal 28 Juni,” dikutip dari Saudi Gazette.



    Artikel Selanjutnya


    Tanggal Idul Adha Bisa Beda, Ini Penjelasan BRIN

    (npb/npb)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.