Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hukuman Bandar Kripto Binance Ditambah 3 Tahun Penjara, Ini Alasannya
    Insight News

    Hukuman Bandar Kripto Binance Ditambah 3 Tahun Penjara, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 April 2024Updated:26 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jaksa AS meminta hukuman untuk mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, ditambah menjadi 3 tahun penjara. Durasi itu lebih lama ketimbang pedoman penasehat sebelumnya yang mematok hukuman 1-1,5 tahun.

    Dalam memorandum yang diajukan ke pengadilan negeri Washington, jaksa mengatakan Zhao harus dihukum lebih berat ketimbang yang disarankan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal tersebut untuk mencerminkan beratnya kejahatan yang dilakukan sang bandar kripto, dikutip dari CNBC International, Kamis (25/4/2024).

    “Hukuman penjara selama 36 bulan atau dua kali lipat dari batas maksimum yang ditetapkan dalam pedoman, akan mencerminkan keseriusan pelanggaran, meningkatkan penghormatan terhadap hukum, memberikan pencegahan yang memadai, dan cukup tetapi tidak lebih dari yang diperlukan untuk mencapai tujuan hukuman,” kata jaksa AS.

    Zhao dituduh dengan sengaja menggagalkan penerapan program anti pencucian uang yang efektif saat menjabat CEO Binance. Padahal, penerapan tersebut disyaratkan oleh Undang-Undang Kerahasiaan Bank.

    Atas pelanggaran yang ia lakukan, Binance bisa memroses transaksi terkait aktivitas yang melanggar hukum, termasuk transaksi antara orang AS dan individu dalam yurisdiksi sanksi.

    Binance secara terpisah telah digugat oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS, serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi atas dugaan kesalahan penanganan aset pelanggan dan pengoperasian bursa ilegal dan tidak terdaftar di AS.

    AS yang secara terpisah menuduh Binance dan Zhao melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank AS dan sanksi terhadap Iran, memerintahkan Binance untuk membayar denda dan penyitaan sebesar US$ 4,3 miliar (Rp 69 triliun). Zhao setuju untuk membayar denda $50 juta (Rp 810 miliar).

    Zhao mengundurkan diri sebagai CEO Binance pada November 2023 lalu setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia digantikan oleh Richard Teng yang merupakan mantan regulator pasar di Abu Dhabi.

    Penetapan hukuman untuk Zhao secara resmi dijadwalkan pada 30 April 2024 mendatang.



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.