Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa Ramadhan, Batal Tidak?
    Inspiring You

    Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa Ramadhan, Batal Tidak?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman28 Maret 2023Updated:28 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mencicipi makanan saat memasak seringkali tak terhindarkan untuk memastikan rasa masakan sudah pas. Namun, mencicipi makanan saat berpuasa kerap menjadi perdebatan di antara masyarakat. 

    Sebenarnya, bagaimanakah hukum mencicipi makanan saat berpuasa Ramadhan?

    Bila mengacu pada riwayat Ibnu Abbad, mencicipi makanan saat berpuasa diperbolehkan selama makanan tidak masuk ke dalam kerongkongan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: لا بَأْسَ أنْ يَذُوقَ الخَلَّ أوِ الشَّيْءَ، ما لَمْ يَدْخُلْ حَلْقَهُ وهُوَ صائِمٌ

    Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, tidak masalah apabila seseorang yang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu selama tidak masuk kerongkongan/memakan. (Musannaf Ibn Abi Syaibah, juz 2, halaman: 304)

    Perbedaan pendapat ulama

    Sementara itu, Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitabnya Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menyebutkan bahwa hukum mencicipi makanan saat berpuasa adalah makruh karena dikhawatirkan dapat tertelan, terutama bagi orang yang tidak memiliki kewajiban untuk mencicipi makanan.

    وذوق طعام خوف الوصول إلى حلقه أى تعاطيه لغلبة شهوته ومحل الكراهة إن لم تكن له حاجة ، أما الطباخ رجلا كان أو امرأة ومن له صغير يعلله فلا يكره في حقهما ذلك قاله الزيادي

    Artinya: Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir terlanjur tertelan masuk, lantaran sangat dominannya syahwat (untuk makan). Kemakruhan itu sebenarnya terletak pada tidak adanya hajat tertentu dari orang yang mencicipi makanan itu. Beda hukumnya bila tukang masak dan orang yang masak untuk menyuapi anak kecilnya yang sedang sakit, maka mencicipi makanan tidaklah makruh. Demikian penuturan Az-Zayadi.

    Dengan demikian, mencicipi makanan hukumnya adalah makruh bagi seseorang yang tidak memiliki kepentingan. Namun, mencicipi makanan tidak makruh bagi seseorang yang memiliki kepentingan memasak untuk jamuan berbuka puasa atau untuk anak kecilnya yang sedang sakit.

    Salah satu cara teraman agar makanan tidak tertelan adalah dengan meletakkan makanan di ujung lidah, dirasakan sebentar, dan kemudian dikeluarkan tanpa ada yang tertelan sedikitpun.



    Artikel Selanjutnya


    9 Hal yang Membatalkan Puasa, Umat Muslim Wajib Tahu!

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.