Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hujan Buatan Disebut Penyebab Banjir Dubai, Cek Faktanya
    Insight News

    Hujan Buatan Disebut Penyebab Banjir Dubai, Cek Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hujan buatan dituding menjadi penyebab kebanjiran yang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa pihak menuding terjadinya air bah ini akibat dari upaya pemerintah melakukan cloud seeding atau penyemaian awan untuk hujan buatan.

    Namun, National Center of Meteorology (NCM), satuan tugas pemerintah yang bertanggung jawab atas misi penyemaian awan di Uni Emirat Arab, membantah laporan bahwa mereka melakukan teknik modifikasi cuaca menjelang badai besar yang terjadi di negara tersebut sehingga menyebabkan banjir di beberapa titik seperti di Dubai.

    Organisasi tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mengirimkan pilot untuk operasi penyemaian sebelum atau selama badai yang melanda UEA.

    “Salah satu prinsip dasar penyemaian awan adalah Anda harus menargetkan awan pada tahap awal sebelum hujan turun, jika Anda menghadapi situasi badai petir yang parah maka sudah terlambat untuk melakukan operasi penyemaian apa pun,” kata Wakil Direktur Jenderal NCM Omar AlYazeedi, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (19/4/2024).

    Pada Selasa (16/4), negara tersebut mengalami hujan badai terdahsyat yang pernah terjadi dengan curah hujan lebih dari 250 milimeter di Emirat Al Ain dan tercatat lebih dari 100 mm di tempat-tempat seperti Dubai. Menurut catatan NCM, curah hujan tahunan di UEA rata-rata antara 140 hingga 200 mm.

    Penolakan NCM mengikuti laporan Bloomberg sebelumnya, di mana Ahmed Habib, seorang ahli meteorologi, mengatakan bahwa hujan badai tersebut sebagian berasal dari penyemaian awan.

    Habib kemudian mengatakan bahwa enam pilot telah melakukan misi terbang sebagai bagian dari protokol reguler, tetapi belum melakukan penyemaian awan apa pun. CNBC Internasional tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

    Penyemaian awan merupakan sebuah proses yang digunakan untuk meningkatkan curah hujan. Cara ini telah menjadi bagian integral dari misi UEA untuk mengatasi kekurangan air. Misi penyemaian diperkenalkan pada 1990an, dan lebih dari 1.000 jam penyemaian awan kini dilakukan setiap tahunnya.

    NCM mengatakan pihaknya telah melacak curah hujan lebat yang datang tetapi tidak menargetkan awan apapun selama periode tersebut. Mereka menghubungkan badai tersebut dengan curah hujan alami.

    “Kami sangat memperhatikan keselamatan personel, pilot, dan pesawat kami. NCM tidak melakukan operasi penyemaian awan selama peristiwa cuaca ekstrem,” kata AlYazeedi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.