Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hujan Berlian di Luar Angkasa Sukses Ditiru Ahli di Bumi
    Insight News

    Hujan Berlian di Luar Angkasa Sukses Ditiru Ahli di Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2023Updated:12 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hujan berlian bukan lagi mitos belaka. Di planet Uranus dan Neptunus, fenomena ini terjadi secara rutin.

    Peneliti di Jerman menunjukkan fenomena itu dengan plastik untuk mendemonstrasikan presipitasi pada kedua planet. Namun perlu diingat jika presipitasi berlian pada keduanya berbeda dengan hujan di Bumi.

    Fisikawan HZDR Jerman dan penulis studi, Dominik Kraus menjelaskan tempat berlian terbentuk berada di bawah permukaan planet yang memiliki cairan panas dan padat. Secara perlahan tenggelam ke inti berbatu yang berada lebih dari 10 ribu kilometer, yang menjadi tempat lapisan besar berlian terbentang hingga ratusan kilometer.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para peneliti mencoba meniru keadaan di kedua planet. Yakni dengan menemukan campuran yang diperlukan dari karbon, hidrogen, dan oksigen dengan sumber plastik PET.

    Plastik sendiri berasal dari kemasan sehari-hari dan juga botol. Tim peneliti lalu mengubah laser optik bertenaga tinggi pada plastik di SLAC National Accelerator Laboratory California seperti dikutip dari Sciene Alert, Rabu (12/7/2023).

    Menurut Kraus, kilatan sinar X sangat singkat dengan kecerahan luar biasa. Dari proses tersebut akan terlihat proses berlian nano berukuran kecil.

    “Oksigen yang ada dalam jumlah besar di planet-planet itu benar membantu menyedot atom hidrogen dari karbon, jadi sebenarnya berlian lebih mudah terbentuknya,” ungkapnya.

    Namun penelitian hujan berlian, Science Alert mengatakan masih hipotesis. Penyebabnya karena data dan informasi soal Uranus dan Neptunus masih sangat sedikit.

    Baru satu pesawat antariksa Voyager 2 NASA yang bisa sampai kedua planet. Data yang digunakan dari pesawat sejak 1980 masih digunakan hingga sekarang.


    Artikel Selanjutnya


    Tanda Kiamat, Ini Kata NASA soal Matahari Terbit dari Barat


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.