Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Huawei Sebut AS Sedang Rusak Reputasi Perusahaan, Ada Apa?
    Insight News

    Huawei Sebut AS Sedang Rusak Reputasi Perusahaan, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 November 2021Updated:26 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Huawei angkat bicara soal tuduhan diajukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kepada perusahaan asal China itu dan dua anak perusahaannya di AS. Salah satu tudingannya adalah Huawei dikatakan mencuri rahasia dagang dari perusahaan-perusahaan di AS.

    Menurut Huawei tuduhan itu tidak berdasar dan bagian upaya ‘merusak reputasi dan bisnis Huawei secara permanen’, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (26/11/2021).

    Pada hari Kamis kemarin, jaksa federal mengumumkan sejumlah dakwaan pidana baru. Mencakup mengenai konspirasi pemerasan dan dakwaan merencanakan mencuri rahasia dagang dari perusahaan-perusahaan di AS.

    Huawei juga diduga membantu pemerintah Iran. Yakni dalam mengawasi domestik saat demonstrasi 2009 di Teheran dan berupaya menyembunyikan lingkup bisnisnya di Korea Utara.

    Dakwaan ini menambah deretan tudingan lain yang sebelumnya diajukan kepada Huawei. Tuduhan sebelumnya pada Januari lalu menuduh perusahaan berbohong pada bank, melakukan penipuan kawat dan melanggar sanksi ekonomi pada Iran. Saat itu Huawei mengaku tidak bersalah pada tuduhan tersebut.

    “Tuduhan baru itu tidak berdasar dan sebagian besar didasarkan pada sengketa perdata yang didaur ulang dari 20 tahun terakhir yang telah diselesaikan, diajukan ke pengadilan dan beberapa kasus ditolak oleh hakim dan juri federal,” ungkap Huawei dalam pernyataan resminya.

    Huawei juga meyakini pemerintah AS tak akan menang dengan aktivitas itu. “Pemerintah AS tidak akan menang dengan tuduhan yang akan kami buktikan tidak berdasar dan tidak adil”.

    Pemerintah China juga buka suara soal tudingan pada Huawei. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, AS menyalahgunakan kekuatan nasionalnya untuk melakukan penindasan pada perusahaan China dan menyebut perilaku itu memalukan dan tidak bermoral.

    “AS telah menyalahgunakan kekuatan nasional untuk menindas perusahaan China tanpa bukti kesalahan. Praktik seperti itu memalukan dan tidak bermoral, dan berada di bawah status AS sebagai negara besar,” kata Geng Shuang.

    Huawei memang harus menghadapi beragam tuntutan hukum di AS. Misalnya persidangan yang dibuka Januari lalu jaksa federal mendakwa Huawei di Seattle mencuri rahasia dagang terkait T-Mobile.

    Chief Financial Officer, Meng Wanzhou didakwa melalui penipuan dan dikatakan melanggar sanksi AS pada Iran. Dia juga menghadapi hukuman ekstradisi ke Amerika Serikat.

    Putri pendiri Huawei Ren Zhengfei itu ditangkap pada Desember 2018 di Vancouver, Kanada.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.