Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Huawei Rilis HP Pintar yang Pakai Sistem GPS Asli China
    Insight News

    Huawei Rilis HP Pintar yang Pakai Sistem GPS Asli China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:8 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan perangkat pintar asal China, Huawei, meluncurkan smartphone terbarunya, Mate 50, pada Selasa, (6/9/2022). Ponsel pintar ini merupakan perangkat pertama yang dapat terhubung ke sistem satelit navigasi global milik Beijing, Beidou.

    Dalam rilis yang dikutip CNBC International itu, Huawei itu merilis smartphone Mate 50 bersama tablet MatePad Pro dan jam tangan pintar Watch GT 3 Pro.

    Mate 50 Huawei menawarkan kamera yang diperbarui dengan 4 lensa yang diatur dalam lingkaran di bagian belakang. Ponsel ini juga menjalankan Harmony 3.0, versi terbaru dari sistem operasi yang dikembangkan sendiri oleh Huawei setelah pada 2019 lalu dilarang menggunakan Android oleh Amerika Serikat (AS).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski begitu, Mate 50 tidak memiliki konektivitas ke jaringan 5G super cepat akibat sanksi AS yang memutuskan Huawei dari chip kunci yang untuk spesifikasi itu. Sebagai gantinya, ponsel terhubung ke jaringan 4G generasi sebelumnya.

    Untuk harganya, Mate 50 mulai pra-penjualan di China dibanderol dengan harga 4.999 yuan (Rp 10,7 juta) dan Mate 50 Pro dijual dengan harga mulai 6.799 yuan (Rp 14,5 juta).

    Huawei mengklaim ini adalah smartphone pertama yang dirilis ke publik yang dapat terhubung ke jaringan satelit Beidou China. Beidou sendiri adalah saingan dari Sistem Pemosisian Global (GPS) milik pemerintah AS yang digunakan secara luas di dunia.

    Konektivitas ke Beidou berarti pengguna masih dapat mengirim pesan bahkan ketika pengguna kehilangan koneksi ke jaringan seluler terestrial, misalnya, saat berada di area terpencil.

    Huawei berusaha mempertahankan posisi di pasar smartphone setelah sanksi AS memutus perusahaan itu dari komponen perangkat lunak utama dan melemahkan bisnisnya. Dahulu, Huawei pernah menjadi pemain smartphone nomor satu di dunia, namun sekarang memegang pangsa pasar yang kecil.

    Akhir-akhir ini, Huawei mulai melangkah di luar industri telekomunikasi. Perusahaan itu bahkan telah membangun bisnis teknologi otomotif dengan fokus pada kendaraan listrik.

    Sejauh ini, perusahaan yang berkantor pusat di Shenzhen, itu belum memproduksi mobil sendiri. Sebaliknya, ia bermitra dengan para raksasa otomotif dan menyediakan teknologi di berbagai bagian kendaraan seperti BAIC dan Changan.

    Pada hari Selasa, Huawei juga meluncurkan kendaraan listrik AITO M5 dengan bekerja sama dengan produsen mobil China, Seres. Mobil tersebut berisi sistem operasi Huawei Harmony OS untuk kokpit digital dan sistem infotainment serta memiliki sistem komputasi untuk menyesuaikan torsi kendaraan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kamera Leica ‘Ceraikan’ Huawei, Kini Bersama Xiaomi

    (hoi/hoi)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.