Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»HP Akan Pindah ke eSIM, Nasib Penjual Kartu Perdana Terancam?
    Insight News

    HP Akan Pindah ke eSIM, Nasib Penjual Kartu Perdana Terancam?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 April 2023Updated:15 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Operator Seluler Indonesia mulai mengganti kartu SIM fisik menjadi eSIM. Namun operator masih meyakini perubahan ini belum akan mengganggu profesi penjual kartu perdana.

    Salah satu operator seluler yang telah meluncurkan eSIM adalah Indosat pada akhir tahun lalu. Sejauh ini penjualan masih dilakukan di sejumlah gerai Indosat, termasuk di kantor pusatnya di Jakarta.

    Director & Chief Regulatory Officer IOH, M. Danny Buldansyah menjelaskan keberadaan eSIM tak akan mengganggu ke penjual kartu perdana. Karena banyak HP yang masih mendukung penggunaan Sim Card.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, pengembangan eSIM nantinya mungkin juga akan mengubah penjualan di masyarakat. Termasuk dijual online dan penjual SIM Card jadi ikut menjual eSIM.

    “Tentunya penjual selalu beradaptasi. Tadinya jualan Sim Card jadi jualan eSIM. Kalau dibilang mengganggu apa enggak, itu enggak ada. Menurut saya substitusi akan berevolusi,” kata Danny ditemui di kantor Indosat Ooredoo Hutchison, beberapa hari lalu.

    Dia mengatakan pengguna eSIM masih bergantung dengan keberadaan handset pendukungnya. Sejauh ini masih terbatas pada handphone di kelas high-end.

    Hal itulah yang membuat ruang untuk penjualan kartu perdana masih besar. Saat ini, perusahaan juga masih dalam masa perkenalan produk.

    “Tergantung handsetnya berapa cepat dan murah yang bisa eSIM. Kalau handset low end sudah bisa eSIM menurut saya bisa aja,” kata dia.

    Operator lain yang juga telah meluncurkan eSIM adalah XL Axiata. Ditemui di Jakarta, Senin malam (11/4), Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini juga menjelaskan eSIm jadi jawaban untuk kenaikan harga SIM Card. Perang Rusia-Ukraina ternyata memicu kenaikan harga tersebut.

    “Sumber membuat chip 55% dari Ukraina. Kenapa jadi mahal? Neon yang membuat chip itu adanya dari Ukraina. Setelah perang dari Rp 1.500 naik harganya bisa Rp 7.000-Rp 8.000 untuk produksi. Kalau ada eSIM mengurangi COGS (harga pokok penjualan) mengurangi biaya berjualan,” jelas Dian.

    Selain itu, eSIM juga berdampak pada pelanggan yang akan mendapatkan pengalaman baru. “Buat pelanggan lebih enak seamless dan full digital. Dari beli dan segala macem kalau hilang tinggal download,” ungkapnya.




    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.