Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Horor! Ancaman Selain Covid-19 Bikin Bumi Terus Meredup Nih
    Insight News

    Horor! Ancaman Selain Covid-19 Bikin Bumi Terus Meredup Nih

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2022Updated:9 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua tahun terakhir orang disibukkan dengan penanganan pandemi Covid-19. Namun ternyata ada ancaman lain yang lebih serius yakni perubahan iklim. Masalah ini bahkan disebut membuat Bumi terus meredup.

    Penelitian yang dipublikasikan di Geophysical Research Letters menunjukkan planet makin gelap karena perubahan iklim serta pergantian iklim secara natural.

    Tim peneliti menggunakan data earthshine selama dua dekade yang dikumpulkan oleh Big Bear Solar Observartory dengan teleskop tipe spesial untuk melihat Bulan. Earthshine sendiri merupakan cahaya yang dipantulkan planet dan memancarkan cahaya redup di permukaan satelit Bumi tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Observatorium mampu menghitung akurat earthshine mencakup 40% dari Bumi, ini terdiri dari Pasifik dan Amerika Utara.

    Peristiwa earthshine dapat dilihat terbaik adalah saat Bulan Sabit dan Bulan Sabit Akhir. Sebagai informasi, earthshine dipantulkan melalui beberapa hal di Bumi yakni tanah, es, awan dan laut terbuka.

    Melansir Gizmodo, tim peneliti menganalisis data 800 malam periode tahun 1998 hingga 2017. Mereka menemukan memang ada penurunan cahaya yang kecil tetapi cukup signifikan, dikutip Jumat (8/7/2022).

    Untuk penelitian ini, mereka menggunakan data satelit melihat alasan mengapa Bumi menjadi lebih gelap. Tim peneliti menemukan awan yang menghilang di Pasifik jadi penyebab Bumi kehilangan cahayanya.

    “Penurunan albedo [proporsi cahaya datang atau radiasi yang dipantulkan permukaan] sangat mengejutkan saat kami menganalisa data tiga tahun terakhir dari 17 tahun albedo,” sebut peneliti di New Jersey Institute of Technology dan pemimpin studi, Philip Goode.

    Dalam data berusia 20 tahun itu ada juga siklus dua gerhana. Matahari telah melewati 11 tahun periode penurunan dan peningkatan aktivitas, peneliti juga menyangkal penjelasan iklim atas perubahan iklim.

    Hasil penelitian juga menunjukkan yang meredup bukanlah Matahari namun Bumi. “Data kami tidak mendukung argumen untuk jejak terdeteksi mekanisme aktivitas pada pemantulan Bumi selama dua dekade terakhir.” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Perang Minggir! Bencana Ini Bakal Buat Bumi Dekati ‘Kiamat’

    (dem)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.