Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Fenomena Hujan Es di Depok, BMKG Ungkap Faktanya
    Insight News

    Heboh Fenomena Hujan Es di Depok, BMKG Ungkap Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu jagat media sosial dihebohkan dengan fenomena hujan es yang terjadi di Bedahan, Sawangan, Kota Depok, tepatnya pada Rabu (3/7/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengungkapkan penyebab terjadinya hujan es di kota tetangga Jakarta tersebut.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, penyebab utama terjadinya hujan es adalah adanya awan Cumulunimbus (CB) yang terbentuk akibat daya angkat atau konvektif yang cukup kuat di wilayah tersebut.

    Adapun proses hujan diawali dengan kondensasi uap air teramat dingin melewati atmosfer di lapisan atas level beku.

    Es yang terbentuk umumnya memiliki ukuran besar. Pada saat kumpulan es yang besar di atmosfer turun ke area lebih rendah dan hangat, maka terjadi hujan.

    “Hanya saja, kadang tidak semua es akan mencair sempurna dan menjadikannya hujan es,” kata Guswanto dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (5/7/2024).

    Ia kemudian menjelaskan kronologi terjadinya fenomena hujan es tersebut. Hujan di wilayah Jabodetabek dimulai sekitar pukul 12.30 WIB di sebelah tenggara Bogor.

    Kemudian hujan mulai intens pada pukul 14.00 WIB dan bergerak dari selatan Bogor menuju ke arah barat laut-utara dari Jabodetabek.

    Pada pukul 16.00 WIB intensitas hujan memuncak di sepanjang bagian utara Bogor dan Depok, menghasilkan hujan lebat disertai angin kencang serta hujan es di daerah Bedahan.

    “Pada kejadian cuaca ekstrim ini belum ada laporan kerusakan yang signifikan,” ujarnya.

    Adapun BMKG memberi rekomendasi bagi pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan, antara lain, memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

    Kemudian, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

    Dan tidak lupa untuk memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang, serta papan reklame atau baliho agar tidak roboh tertiup angin kencang.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dirjen Aptika Mundur Buntut Pusat Data Nasional Diserang Hacker


    (fab/fab)

    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.