Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Data Registrasi SIM Card Bocor di Internet, Data Valid
    Insight News

    Heboh Data Registrasi SIM Card Bocor di Internet, Data Valid

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 September 2022Updated:3 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kabar kebocoran data registrasi pengguna SIM Prabayar heboh di dunia maya. Ramai di sosial media menyebutkan ada 1,3 miliar data registrasi milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang tersebar.

    Menurut tangkapan layar yang didapatkan CNBC Indonesia, data tersebut diklaim sebagai registrasi sim card nomor ponsel Indonesia. Data yang disajikan antara lain NIK dan juga nomor ponsel dengan besaran data mencapai 87 GB. Dimana seluruh data itu dijual dengan harga US$ 50.000.

    Kementerian Kominfo juga sudah angkat bicara dan menepis isu asal kebocoran data itu dari internal mereka. Dimana pihaknya sudah melakukan penelusuran internal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Kominfo,” tulis Kementerian Kominfo dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/9/2022).

    Lebih lanjut, Kominfo menyebutkan sedang melakukan penelusuran terkait dugaan kebocoran. Termasuk terkait sumber data di dalamnya.

    Begitu juga Telkomsel menepis bahwa kebocoran data berasal dari pihaknya.

    Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan awal dari internal perusahaan, pihaknya mematikan bahwa data yang diperjualbelikan bukan berasal dari sistem yang dikelola Telkomsel.

    “Telkomsel memastikan dan menjamin hingga saat ini data pelanggan yang tersimpan dalam sistem Telkomsel tetap aman dan terjaga kerahasiaannya,” ujar Saki dalam keterangan tertulis, dikutip (3/9/2022).

    Ia mengatakan secara konsisten telah menjalankan operasional sistem perlindungan dan keamanan data pelanggan dengan prosedur standard operasional tersertifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di industri telekomunikasi di Indonesia.

    Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menyatakan data nomor ponsel yang ada di dalam tangkapan layar tersebut valid. Dia menjelaskan sudah dilakukan pengecekan ke beberapa nomor.

    “Data registrasi SIM-nya valid, nomornya valid dan sudah di crosscheck ke beberapa nomor,” kata Alfons kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/9/2022).

    Dia menjelaskan data yang disajikan di dalamnya hanya ada NIK dan nomor ponsel. Sementara untuk program registrasi SIM Card yang dilakukan Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu memerlukan data Kartu Keluarga (KK).

    “Kalau dari datanya benar. Itu datanya NIK dan data telepon. Tetapi kalau registrasi sim card, NIK dan KK, di situ tidak ada. Itu yang harus dicari, institusi mana yang menyimpan tanpa NIK-KK.” terang Alfons.


    Artikel Selanjutnya


    Waspada Wabah Kejahatan Siber di Tengah Pandemi Covid-19

    (dce)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.