Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Boikot Israel, Aplikasi McDonald’s-Starbucks RI Laku Keras
    Insight News

    Heboh Boikot Israel, Aplikasi McDonald’s-Starbucks RI Laku Keras

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Januari 2024Updated:13 Januari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penggunaan aplikasi makanan dan minuman melonjak selama pandemi, dan sejak saat itu keuntungannya naik hingga sekarang.

    Data terbaru dari Data.AI menunjukkan, unduhan (download) aplikasi restoran cepat saji (QSR) secara global naik 50% antara tahun 2020 dan 2023. Sebagian besar pertumbuhan tersebut terjadi sejak Q3 2022. QSR mengalami pertumbuhan adopsi yang sangat kuat di China dan Inggris.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kategori Food Delivery & Carryout tetap menjadi subgenre teratas berdasarkan download. Meskipun sesi penggunaan sedikit menurun dari puncaknya pada tahun 2022, jumlah tersebut masih jauh di atas tingkat sebelum pandemi.

    Seperti ritel lainnya, aplikasi QSR menemukan bahwa meningkatkan pengalaman pelanggan dan menambahkan program hadiah adalah cara yang bagus untuk membuat pelanggan datang kembali.

    Di Indonesia, misalnya, McDonald’s dan Starbucks mampu mengembangkan monthly active user (MAU) atau pengguna aktif bulanan mereka. Masing-masing MAU tumbuh sebesar 30.4 persen dan 3.4 persen Year-on-Year.

    Berikut ini aplikasi paling atas berdasarkan rata-rata MAU pada tahun 2023 menurut laporan dari Data.AI

    1. Aplikasi McDonald’s

    2. Pizza Hut Delivery Indonesia

    3. Kopi Kenangan

    4. Domino Pizza Indonesia

    5. Starbucks Indonesia

    6. KFCKU

    7. Burger King Indonesia

    8. McDelivery Indonesia

    9. Wings Online

    10. Hokben App

    Gerakan Boikot McDonald’s dan Starbucks

    McDonald’s dan Starbucks adalah salah dua perusahaan yang menjadi target boikot masyarakat Indonesia karena dinilai mendukung aksi genosida Israel di Gaza, Palestina.

    Diketahui, masyarakat Indonesia pendukung Palestina sepakat untuk mulai memboikot McDonald’s setelah McDonald’s Israel memberikan makanan gratis kepada Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF).

    Sementara itu, Starbucks turut menjadi sasaran boikot setelah perusahaan kedai kopi terbesar yang didirikan di Amerika Serikat (AS) itu menggugat serikat pekerja, Starbucks Workers United yang menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina.

    Aksi boikot ini pun menarik perhatian media asing, Al Jazeera. Melalui artikel berjudul “Indonesians boycott McDonald’s, Starbucks over support for Israel” yang dipublikasikan pada 14 November 2023 lalu, media asal Qatar itu menyoroti McDonald’s dan Starbucks di Medan, Sumatra Utara yang sepi pengunjung.

    “Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, telah lama bersimpati pada perjuangan Palestina dan tidak memiliki kedutaan besar Israel,” tulis Al Jazeera, dikutip Jumat (12/1/2024).

    Melalui laporannya, Al Jazeera menyebutkan bahwa pihaknya telah menghubungi McDonald’s Indonesia. Melalui pernyataannya, McDonald’s Indonesia menyebutkan bahwa pihaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

    “McDonald’s Indonesia mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “komitmennya teguh untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan ingin mengambil peran aktif dalam upaya bantuan di Gaza,” lapor Al Jazeera.

    Selain itu, Al Jazeera juga melaporkan bahwa Starbucks di Focal Point Mall terpantau sepi pengunjung dalam beberapa minggu terakhir.

    “Kami melihat bahwa keadaan saat ini jauh lebih tidak sibuk daripada biasanya, meskipun kami tidak dapat mengatakan dengan pasti kenapa ini terjadi,” kata salah satu barista yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

    “Bisa jadi karena berbagai faktor, seperti kami tidak mengadakan promosi apa pun saat ini. Kami tidak tahu, tapi belum ada pelanggan yang bertanya kepada kami tentang boikot tersebut,” lanjutnya.


    Artikel Selanjutnya


    Jawaban Kenapa Palestina Tak Ada di Google Maps Cuma Israel

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.