Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hati-Hati Perampokan di Whatsapp dan Gmail, Ini Modusnya
    Insight News

    Hati-Hati Perampokan di Whatsapp dan Gmail, Ini Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 September 2023Updated:16 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para pelaku kejahatan siber semakin cerdik dalam menjalankan aksinya. Kini, mereka mulai memanfaatkan media sosial dan surel (e-mail), yakni WhatsApp hingga Gmail.

    Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, merilis daftar rekayasa sosial yang digunakan para penjahat siber untuk menyerang atau menipu perusahaan melalui pesan dan e-mail dari dukungan teknis palsu, serangan e-mail bisnis, dan permintaan data pada lembaga penegak hukum palsu.

    Berikut modus yang dilakukan para penipu siber.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Mengaku dari Dukungan Teknis

    Cara pertama yang dilakukan para pelaku siber untuk menjalankan aksinya adalah mengaku sebagai dukungan teknis atau technical support dan melakukan panggilan kepada karyawan perusahaan. Biasanya, panggilan tersebut dilakukan pada akhir pekan.

    Melalui panggilannya, para pelaku mengaku bahwa mereka mendeteksi aktivitas aneh pada komputer kerja dan meminta pegawai untuk segera datang ke kantor. Petugas palsu akan menawarkan menyelesaikan masalah dari jarak jauh dengan RAT, tetapi butuh informasi kredensial login karyawan.

    Namun, modus ini mulai berubah saat pandemi Covid-19 lalu. Saat itu, banyak pegawai yang melakukan pekerjaannya dari rumah (work from home/WFH).

    2. Panggilan Palsu dari CEO

    Modus lain para penipu adalah serangan kompromi email bisnis (BEC). Penipu akan menyamar sebagai manajer, CEO, atau mitra bisnis penting untuk menguras uang target korban.

    Serangan bisa bervariasi, salah satunya mengirimkan lampiran berbahaya kepada korban dengan kedok pesan bersifat darurat. Rekayasa sosial memiliki peran penting dalam modus ini untuk membujuk korbannya mau melakukan apapun yang diinginkan.




    Foto: Ilustrasi WhatsApp Down (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
    Ilustrasi WhatsApp Down (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

    3. Pembajakan Percakapan

    Skema memungkinkan penyerang masuk dalam korespondensi bisnis dengan menyamar sebagai karyawan atau orang di perusahaan. Penyerang akan membutuhkan e-mail asli dan membuat domain yang mirip untuk mendapatkan kepercayaan dari korban.

    Biasanya, mereka akan membeli basis data korespondensi e-mail yang dicuri atau bocor di web gelap. Skenarionya bisa bervariasi, seperti phishing hingga malware. Selain itu, modus ini biasanya berhubungan dengan memasukkan detail bank untuk mengambil uang dari korbannya.

    4. Permintaan Data dari Pihak Berwajib

    Tren yang muncul pada 2022 adalah meminta data resmi saat mengumpulkan informasi. Permintaan diterima oleh ISP, jejaring sosial, dan perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dari akun email yang diretas milik lembaga penegak hukum.

    Dalam situasi yang normal, mendapatkan data dari penyedia layanan di AS butuh surat perintah dengan tandatangani hakim. Namun, situasi seperti nyawa dan kesehatan yang terancam, permintaan data darurat (EDR) bisa dikeluarkan.

    Jadi permintan kemungkinan dikabulkan jika menggunakan kasus yang masuk akal danz berasal dari lembaga penegak hukum. Peretas akan mendapatkan informasi mengenai korban dari sumber terpercaya dan menggunakannya untuk serangan lebih lanjut.

    (npb/wur)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.