Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hati-hati! Ini Modus Baru Penipuan Kripto yang Curi Uang Kamu
    Insight News

    Hati-hati! Ini Modus Baru Penipuan Kripto yang Curi Uang Kamu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2022Updated:16 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penipu kripto punya modus baru untuk melakukan kejahatanya pada para investor. Yakni dengan bot yang dijual di Telegram untuk membocorkan otentikasi dua faktor (2FA) para investor dan membuat akun mereka dihapus.

    Para penipu memanfaatkan ketakutan para investor dengan mengatakan akun mereka diretas. Dalam mengambil tindakan yang dipikir bisa melindungi, ternyata para korban mengekspos diri kepada pencuri.

    Tools penipuan yang digunakan adalah bot One Time Password (OTP). Laporan perusahaan keamanan siber Q6 Cyber menjelaskan alat tersebut menyebabkan kerugian besar untuk lembaga keuangan dan lainnya.

    Perusahaan juga menyebut kerugian akibat penipuan sulit untuk diukur. Ini karena serangan bot relatif baru.

    “Panggilan bot dibuat dengan cara yang sangat terampil, menciptakan rasa urgensi dan kepercayaan lewat telepon. Panggilan mengandalkan rasa takut, meyakinkan korban untuk bertindak ‘menghindari’ penipuan dalam akun mereka,” ungkap laporan tersebut, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (16/2/2022).

    Sebagian aktivitas penipuan berhasil, sebab korban terbiasa memberikan kode otentikasi untuk melakukan verifikasi informasi akun.

    Salah satu korban Anders Apgar melaporkan terkena tipuan tersebut. Dia mendapatkan telepon yang nampak seperti robocall dan tak lama ponsel istrinya juga berdering.

    Dia menjelaskan ada notifikasi akun dalam bahaya setelah telepon angkat. Terdapat suara wanita yang mengatakan ada aktivitas tidak sah dalam akun dan tak lama muncul kode 2FA di layar. Akhirnya akunnya terkunci dalam waktu kurang dari dua menit.

    Penipuan itu berhasil karena robocall bisa terdengar seperti panggilan resmi. Khususnya saat korban sedang terganggu oleh hal lain saat mendapatkan telepon.

    “Ini sifat manusia. Jika Anda menerima panggilan yang memberitahu Anda jika seseorang mencoba masuk ke akun Anda, Anda tidak berpikir ‘Ya saya tidak mencoba’,” jelas analis Q6 Cyber, Jessica Kelley yang menulis laporan tersebut.

    Bot mulai muncul untuk dijual dalam platform pesan Telegram musim panas lalu. Kelley mengidentifikasi ada sekitar enam kanal dengan lebih dari 10 ribu pelanggan menjual layanan tersebut.

    Dia menjelaskan para penipu sering membual di Telegram soal bot bekerja dengan baik dan menjaring ribuan atau ratusan ribu dolar kripto bekerja. Biaya bot tersebut berkisar US$100 (Rp 1,4 juta) perbulan hingga US$4000 (Rp 57,1 juta) untuk langganan seumur hidup.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.