Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harta Elon Musk Mendadak Hilang Rp 233 T Semalam, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Harta Elon Musk Mendadak Hilang Rp 233 T Semalam, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Oktober 2024Updated:14 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Taksi otomatis (robotaxi) Tesla yang dinamai ‘Cybercab’ mendulang banyak kritik dari para pakar. Pasalnya, taksi otomatis bergaya futuristik tersebut hanya memiliki 2 pintu dan 2 kursi penumpang.

    Selain itu, Tesla juga dinilai tidak menjabarkan secara detail soal prospek bisnis untuk robotaxi tersebut. Alhasil, saham Tesla anjlok 9% pada perdagangan Jumat (11/10) pekan lalu, dari US$ 238,77 menjadi US$ 217.80 per lembar.

    Harta kekayaan CEO Tesla Elon Musk juga turut anjlok, sebab sang miliarder memiliki 13% kepemilikan saham di perusahaan pembuat mobil listrik tersebut.

    Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, harta kekayaan Musk hilang US$ 15 miliar atau setara Rp 233 triliun, dikutip dari MSN, Senin (14/10/2024).

    Dengan total harta saat ini US$ 240 miliar (Rp 3.736 triliun), Musk masih konsisten menduduki posisi 1 orang paling kaya di dunia.

    Forbes melaporkan pada Juli lalu bahwa Musk menghadapi tantangan keuangan serupa, ketika menunda peluncuran robotaxi yang tadinya dijadwalkan pada awal Agustus 2024.

    Kala itu, saham Tesla ambruk 7%. Namun, ketika berhasil merilis robotaxi teranyar untuk menyaingi Waymo milik Alphabet dan layanan serupa, saham Tesla justru turun lebih parah ke 9%.

    Musk dan perwakilan Tesla tak langsung merespons permintaan komentar dari Business Insider yang melaporkan turunnya harta kekayaan Musk pasca perilisan Cybercab.

    Business Insider melaporkan para investor dan analis tidak menyambut baik Cybercab yang disebut menyasar pasar yang sangat kecil. Sebab, taksi otomatis pada umumnya diperuntukkan bagi penumpang dalam jumlah lebih dari dua.

    “Kami secara keseluruhan kecewa terhadap detai presentasi [Cybercab],” kata analis Adam Jonas dari Morgan Stanley, dikutip dari Business Insider.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Elon Musk Pamerkan Robotaxi ‘Cybercab’, Pembunuh Driver Online!




    Next Article



    Elon Musk Luncurkan Pembunuh Driver Online Besok



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.