Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harga Internet RI Termurah se-Asia Tenggara, Ini Kata Kominfo
    Insight News

    Harga Internet RI Termurah se-Asia Tenggara, Ini Kata Kominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2023Updated:25 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tarif internet Indonesia ternyata jadi yang paling murah di kawasan Asia Tenggara. Dalam laporan Cable beberapa waktu lalu, harganya US$0,42 atau sekitar Rp 6 ribu per 1 GB.

    Menurut Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail, mahal dan murah sebuah tarif adalah relatif. Namun dia menekankan tarif harus yang terjangkau masyarakat.

    “Bagi kita mahal murah relatif. Yang penting affordable, terjangkau. Kalau kita bilang murah di Indonesia, berapa dengan purchasing power berapa di kita,” kata Ismail dalam Detikcom Leaders Forum: Arah Industri Telekomunikasi Indonesia, di Jakarta, Kamis (24/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk intervensi pemerintah terkait tarif, dia menjelaskan bersifat emergency. Jadi tidak bisa diberlakukan setiap saat.

    “Sifatnya emergency. Bukan peraturan yang akan diberlakukan setiap saat,” ungkapnya.

    Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah menjelaskan harga murah itu bisa jadi berdampak pada kualitas internet di Indonesia. Menurutnya, poin tersebut bisa juga jadi pertimbangan pemerintah.

    “Barangkali karena harganya kemurahan kualitasnya tidak terjadi, itu bisa jadi bahan pertimbangan,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

    Selain itu dia juga mengatakan harga internet per Gigabyte dipilih masyarakat yang paling tinggi. Ini membuat penggunaan internet tidak sesuai kebutuhan.

    Sementara itu CEO XL Axiata, Dian Siswarini menjelaskan spending untuk telekomunikasi masyarakat Indonesia masih terbilang kecil. Average Revenue per User (ARPU) hanya sebesar Rp 40 ribu.

    “ARPU Rp 40 ribu pengeluaran sebulan sedangkan kopi Starbuck Rp 60 ribu satu,” ungkapnya.

    (npb/npb)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.