Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harap-harap Cemas Pecinta Kripto Menunggu Kabar dari Rusia
    Insight News

    Harap-harap Cemas Pecinta Kripto Menunggu Kabar dari Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Februari 2022Updated:22 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Keuangan Rusia akan mempertimbangkan proposal soal cryptocurrency dari bank sentral Rusia.

    Proposal itu akan dipertimbangkan selama mereka tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Ini membuka jalan bagi lahirnya undang-undang yang mengatur aset digital.

    Perselisihan memanas soal peraturan cryptocurrency di Rusia, ketika kementerian keuangan setempat mengajukan proposal kepada pemerintah yang bertentangan dengan permintaan bank sentral untuk larangan total cryptocurrency

    Bank Sentral Rusia sendiri telah mengusulkan pelarangan perdagangan dan penambangan cryptocurrency karena ancaman mata uang digital terhadap stabilitas keuangan.

    Tapi kementerian keuangan lebih memilih menghadirkan undang-undang yang mengatur cryptocurrency. Cryptocurrency di sini disamakan sebagai alat investasi, bukan alat pembayaran.

    “Rancangan undang-undang kementerian keuangan bertujuan untuk menciptakan pasar legal untuk mata uang digital,” kata mereka, dikutip dari Reuters, Selasa (22/2/2022).

    Satu proposal berisi tentang transaksi yang melibatkan pembelian atau penjualan cryptocurrency yang memerlukan identifikasi pelanggan.

    Proposal lain termasuk pertukaran mata uang kripto asing yang harus mendapatkan lisensi di Rusia, dan memperkenalkan tes literasi keuangan yang menentukan berapa banyak individu yang diizinkan untuk berinvestasi.

    Warga yang berhasil lulus tes akan diizinkan untuk berinvestasi hingga 600.000 rubel (Rp 107 juta) dalam mata uang digital setiap tahun. Sedangkan mereka yang gagal akan memiliki batas investasi yang ditetapkan sebesar 50.000 rubel per tahun.

    Bank sentral juga menentang penambangan cryptocurrency, di mana komputer yang kuat bersaing dengan komputer lain yang terhubung ke jaringan global untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks.

    Bank memperingatkan konsumsi energi yang tidak efisien dan dampak lingkungan dari pertambangan cryptocurrency ini. Sementara kementerian keuangan lebih memilih untuk mengizinkan pertambangan di bawah dasar perpajakan.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.