Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hanya di Lokasi Ini Sehari Bisa 16 Kali Buka Puasa, Kenyang
    Insight News

    Hanya di Lokasi Ini Sehari Bisa 16 Kali Buka Puasa, Kenyang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Maret 2023Updated:25 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Astronaut asal Uni Emirat Arab, Sultan Alneyadi berencana menjalankan puasa Ramadan di luar angkasa. Tata cara Alneyadi berpuasa akan berbeda dengan umat muslim di permukaan Bumi, pasalnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), ia bakal menyaksikan 16 kali matahari terbit dan terbenam dalam kurun waktu 24 jam.

    Setiap Ramadan, umat muslim wajib berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam. Tata cara puasa ini membuat waktu yang harus ditempuh oleh umat muslim menahan lapar dan haus di penjuru Bumi berbeda-beda.

    Warga RI yang muslim cukup beruntung karena lokasi yang berada di sekitar garis Kathulistiwa membuat jarak antara matahari terbit dan terbenam di Indonesia selalu stabil di kisaran 13 jam.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Waktu terpanjang berpuasa dialami oleh umat muslim yang tinggal di belahan Bumi bagian utara seperti Islandia dan Skotlandia, yang harus berpuasa 15 jam atau lebih. Di sisi lain, waktu berpuasa muslim di negara belahan selatan Bumi seperti Argentina dan Selandia Baru lebih singkat yaitu hanya sekitar 11 jam atau lebih.

    Namun, waktu berpuasa bagi astronaut di orbit bisa jauh lebih singkat. Itu jika waktu puasa mereka mengacu kepada matahari terbit dan terbenam.

    Menurut NASA, dalam kurun waktu 24 jam, ISS 16 kali mengorbit Bumi. Artinya, dalam kurun waktu sehari astronaut yang menumpang di ISS menyaksikan 16 kali matahari terbit dan 16 kali matahari terbenam.

    Kepada CNN International, Alneyadi menyatakan ia tetap berencana menjalankan ibadah puasa Ramadan meskipun ada pengecualian baginya sebagai seorang musafir.

    “Jadi apapun yang bisa membuat misi kami berantakan atau berisiko bagi kru, kami diperbolehkan untuk makan secukupnya untuk mencegah kekurangan nutrisi atau dehidrasi,” kata Alneyadi.

    Jika tetap berpuasa, Alneyadi menyatakan ia bisa mengikuti waktu Greenwich Mean Time, yang dijadikan waktu resmi di ISS.


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.