Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Hal Sepele yang Ternyata Bisa Bikin Pikun Menurut Ahli Saraf
    Inspiring You

    Hal Sepele yang Ternyata Bisa Bikin Pikun Menurut Ahli Saraf

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Juli 2024Updated:17 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penurunan fungsi otak dapat membuat seseorang menjadi pelupa dan lebih emosional. Kondisi itu bisa membuat seseorang kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

    Sebuah studi baru menemukan bahwa penyebab hilangnya ingatan atau pikun pada lansia adalah perasaan kesepian.

    Para peneliti di Universitas Waterloo sebelumnya telah mengamati empat kelompok orang lansia selama periode enam tahun untuk melihat bagaimana kesepian dan isolasi sosial memengaruhi hilangnya ingatan. Kategori peserta adalah mereka yang terisolasi dan kesepian secara sosial, mereka yang hanya terisolasi secara sosial, mereka yang hanya kesepian, dan mereka yang bukan keduanya.

    Responden yang terisolasi secara sosial dan kesepian mengalami penurunan daya ingat paling besar. Namun kesepian saja, bukan isolasi sosial, yang mempunyai pengaruh terbesar kedua terhadap ingatan.

    Meskipun hubungan sosial terbukti membuat otak tetap tajam seiring bertambahnya usia, aktif secara mental juga penting.

    Cara menjaga otak Anda tetap tajam dan sehat

    “Otak tidak pernah menyelesaikan jaringannya. Dan kemampuan otak Anda untuk mengubah jaringan neuronnya, yang juga disebut plastisitas, bertahan sepanjang hidup Anda. Artinya, Anda dapat mempelajari keterampilan baru kapan saja,” kata Dr. Lisa Feldman Barrett, psikolog dan ahli saraf.

    Salah satu cara untuk meningkatkan plastisitas otak adalah dengan mencoba hal-hal baru.

    “Setiap kali Anda menemukan sesuatu yang tidak Anda antisipasi atau tidak Anda prediksi, dan hal itu mungkin berguna di masa depan, otak Anda akan berusaha mempelajarinya. Dan belajar adalah plastisitas,” ungkap Barrett.

    Aktivitas seperti jalan-jalan, belajar bahasa baru, atau membaca buku semuanya dapat meningkatkan kesehatan otak Anda.

    Dr. Wendy Suzuki, ahli saraf dan dekan Fakultas Seni dan Sains Universitas New York, mengatakan bahwa aktivitas fisik juga dapat merangsang pertumbuhan sel otak.

    “Bentuk aktivitas yang memerlukan strategi akan lebih melatih korteks prefrontal Anda,” katanya.

    Saksikan video di bawah ini:

    Argentina Juara Copa America 2024, Menang Tipis 1-0 Lawan Kolombia





    Next Article



    10 Negara Paling Kesepian di Dunia, Banyak yang Hidup Sendiri



    (hsy/hsy)

    Innovation Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.