Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker Korut Ramai-ramai Curi Kripto Hingga Rp 15,5 T
    Insight News

    Hacker Korut Ramai-ramai Curi Kripto Hingga Rp 15,5 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2022Updated:17 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun 2022 ini, hacker asal Korea Utara berhasil mencuri kripto dalam jumlah besar. Bahkan berdasarkan laporan perusahaan analis kripto Chainalysis mereka mencuri sekitar US$1 miliar (Rp 15,5 triliun) dalam sembilan bulan pertama dari pertukaran kripto saja.

    Salah satunya yang menimpa Axie Infinity, platform game untuk berkembang, berdagang dan melawan monster yang berkesempatan mendapatkan token kripto. Awal tahun ini, jaringan diserbu oleh sindikat peretas Korea Utara dan kehilangan US$620 juta dalam ether, dikutip dari Ars Technica, Selasa (15/11/2022).

    Perampokan kripto yang sukses itu menggambarkan kecanggihan Korea Utara yang berkembang jadi aktor serangan siber. Badan keamanan Barat dan perusahaan keamanan siber memperlakukannya sebagai salah satu dari empat ancaman siber berbasis negara bangsa di dunia, selain China, Iran, dan Rusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Panel ahli PBB yang memantau penerapan sanksi internasional, uang hasil curian oleh para hacker tersebut untuk membantu mendanai program rudal balistik dan nuklir terlarang Korea Utara. Pada Juli lalu, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS untuk keamanan siber, Anne Neuberger mengatakan Korea Utara menggunakan dunia maya untuk mendapatkan sepertiga dari dana untuk program rudalnya.

    Dari jumlah yang dicuri, sayangnya hanya US$30 juta yang berhasil ditemukan. Ini dilakukan setelah aliansi lembaga penegak hukum dan perusahaan analisis kripto melacak sejumlah dana yang dicuri lewat serangkaian pertukaran terdesentralisasi dan yang disebut sebagai ‘crypto mixer’.

    Sebagai informasi crypto mixer adalah  alat untuk mencampurkan kepemilikan kripto dari pengguna yang berbeda untuk mengaburkan asalnya. AS juga mengincar alat tersebut belum lama ini. 

    Pada Agustus, AS memberikan sanksi pada mixer Tornado Cash yang disebut digunakan para peretas mencuci lebih dari US$450 juta Ethereum. Sejak saat itu AS menuding alat tersebut untuk mendukung hacker Korea Utara, yang akhirnya mendukung program senjata pemusnah massal.

    Menurut para ahli, di masa depan kemungkinan hanya akan jadi lebih buruk karena pertukaran kripto semakin terdesentralisasi dan lebih banyak barang serta jasa baik legal dan ilegal yang bisa dibeli dengan kripto.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kripto Solana Jadi Incaran Maling, Dana Rp 78 Miliar Lenyap

    (npb/roy)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.