Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker Curi Rp1,5 Triliun, Binance Bekukan Transaksi
    Insight News

    Hacker Curi Rp1,5 Triliun, Binance Bekukan Transaksi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Oktober 2022Updated:7 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Platform blockchain milik Bianance, BNB Chain, sempat dibekukan setelah seorang peretas memanfaatkan celah pada sistem untuk mendulang aset kripto bernilai triliunan rupiah.

    “Karena ada aktivitas yang tidak biasa, kami menghentikan BSC untuk sementar,” kata BNB Chain di Twitter. BNB Chain terdiri dari dua infrastruktur, yaitu BNB Beacon Chain dan BNB Smart Chain. Binance kemudian mengonfirmasi bahwa penghentian sementara tersebut adalah respons dari “potensi pemanfaatan celah”.

    Pergerakan token di blockchain mengisyaratkan sekitar 2 juta token BSC (nilanya diperkirakan mencapai US$590 juta/sekitar Rp 9 triliun) menjadi target peretas. Namun, menurut BNB Chain, total aset yang berhasil dicuri hanya sekitar US$100 (sekitar Rp 1,5 triliun).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penghentian transaksi di BNB Chain tidak mudah, karena blockchain tersebut didesain sebagai infrastruktur terdesentralisasi yang tidak bisa dikendalikan oleh entitas tunggal.

    BSC, kepada Coinbase, membenarkan bahwa mereka harus berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menghentikan aktivitas di blockchain, setelah menemukan keanehan di protokol BSC Token Hub. BSC Token Hub berperan sebagai entitas kliring untuk transaksi antar-blockchain yang terafiliasi dengan Binance.

    “Kami berterima kasih atas kecepatan dan kolaborasi komunitas dalam membekukan dana,” tulis BSC lewat Twitter.

    BNB, lewat Twitter, memastikan “semua dana aman” dan menyatakan akan “membantu membekukan semua transfer”.

    Dugaan peretasan di plaform Binance terjadi setelah Tether menyatakan sebuah dompet kripto yang ada di dalam daftar hitam mereka menerima 2 juta token BNB.

    Rumor bahwa transaksi tersebut terkait peretasan, belum bisa dikonfirmasi. Namun, karena dompet kripto penerima “0x489A…” masuk dalam daftar hitam Tether, ada dugaan kuat transaksi ini merupakan tindak kejahatan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    7 Kasus Perampokan Kripto Terbesar, Sedot Ratusan Triliun

    (dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.