Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Guru Ketakutan, Nadiem Langsung Minta Jawaban Bos ChatGPT
    Insight News

    Guru Ketakutan, Nadiem Langsung Minta Jawaban Bos ChatGPT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juli 2023Updated:8 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan banyak guru Indonesia cemas. Alasannya karena kehadiran chatbot ChatGPT di tengah masyarakat sejak beberapa waktu lalu.

    ChatGPT langsung viral tak lama setelah diluncurkan pada November 2022. Chatbot asal OpenAI ini disebut bisa menggantikan peranan yang sebelumnya dilakukan manusia, termasuk guru.

    Nadiem membicarakan ketakutan para guru ini kepada bos ChatGPT, Sam Altman. Keduanya sempat bertemu saat Altman datang ke Indonesia pertengahan bulan lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Teknologi ini membuat guru-guru ketakutan karena penilaian kuantitas dan kualitas dalam proses belajar-mengajar akan tertantang. Sistem pendidikan memang perlu beradaptasi, namun bagaimana tanggapan Anda?,” kata Nadiem kepada Altman, saat sesi tanya-jawab yang berlangsung hari ini, Rabu (14/6/2023), di Jakarta.

    Altman menjawab sistem pendidikan akan terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Misalnya kalkulator dan mesin pencari yang melakukan hal tersebut lebih dulu.

    Hal serupa juga terjadi dengan kehadiran Artificial Intelligence, teknologi dibalik ChatGPT. Para guru, Altman menjelaskan, bisa memanfaatkannya untuk proses belajar mengajar.

    “Polanya mirip dengan perkembangan teknologi sebelumnya. Guru-guru bisa mencari fakta dan informasi dari Google. Sekarang, dengan kehadiran AI, para guru juga bisa memanfaatkan tool yang bermanfaat dalam proses belajar-mengajar,” jelasnya.

    Altman juga mencoba menenangkan para guru untuk tidak takut dengan perkembangan teknologi. Dia mengajak melihat teknologi AI untuk mempermudah pekerjaannya.

    ChatGPT juga sempat ditolak di sejumlah sekolah Amerika Serikat (AS) saat awal kemunculannya. Namun akhirnya diterima dan pada akhirnya bisa mempermudah kegiatan sekolah.

    “Ini cara manusia berkembang,” ungkap Altman.


    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Produk Gagal! Simak Pengakuan Penciptanya

    (npb/npb)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.