Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gunung di Antartika Muntahkan Emas Senilai Rp 91 Juta Setiap Hari
    Insight News

    Gunung di Antartika Muntahkan Emas Senilai Rp 91 Juta Setiap Hari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Gunung berapi di Antartika ternyata memuntahkan debu emas ke udara. Dalam sehari diperkirakan gunung itu menyemburkan sekitar 80 gram emas yang nilainya sekitar US$ 6.000 atau Rp 91 jutaan.

    Tak lain gunung itu adalah Erebus, yakni gunung berapi aktif tertinggi di wilayah paling selatan Bumi.

    Gunung Erebus memiliki puncak dengan ketinggian 3.794 meter. Namanya berdasarkan personifikasi kegelapan dalam mitologi Yunani.

    Konon, Gunung Erebus sedang meletus saat Kapten Sir James Clark Ross pertama kali melihatnya pada tahun 1841.

    Gunung ini terletak di samping dua gunung berapi lainnya di Pulau Ross, yang dinamai berdasarkan penjelajah Inggris James Clark Ross.

    Para peneliti mengamati gunung ini dengan melalui saksama citra satelit raksasa geologi. Dari pengamatan tersebut terlihat sedikit warna merah di kawah puncaknya. Ini adalah danau lava yang sangat panas yang telah menggelembung setidaknya sejak tahun 1972.

    Gunung berapi ini secara teratur mengeluarkan semburan gas dan uap. Dalam aktivitas gunung berapi sebelumnya, gunung ini diketahui mengeluarkan bongkahan batu yang sebagian mencair yang dikenal sebagai “bom vulkanik”.

    Namun anehnya, para ilmuwan menemukan bahwa semburan gasnya mengandung kristal-kristal kecil emas metalik yang ukurannya tidak lebih dari 20 mikrometer.

    Debu emas tersebut menyebar jauh dan luas di sekitaran gunung. Peneliti Antartika telah mendeteksi jejak emas di udara sekitar hingga 1.000 kilometer dari gunung berapi tersebut, demikian dikutip dari IFL Science, Rabu (2/9/2024).

    Gunung berapi ini mungkin paling terkenal karena bencana Gunung Erebus. Pada tanggal 28 November 1979, Pesawat Air New Zealand 901 menabrak sisi gunung dan menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya.

    Penerbangan tersebut merupakan bagian dari program Air New Zealand yang memungkinkan penumpang melakukan perjalanan dengan penerbangan wisata selama 11 jam dari Auckland ke Antartika dan kemudian kembali ke Selandia Baru.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Better care for more people, Bridging the gaps in healthcare

    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.