Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»GoTo-Shopee PHK, Ini Daftar Startup RI Bangkrut dan Tutup
    Insight News

    GoTo-Shopee PHK, Ini Daftar Startup RI Bangkrut dan Tutup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 November 2022Updated:22 November 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sederetan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi pada startup teknologi di Indonesia. Kini giliran Gojek Tokopedia (GoTo) yang memangkas jumlah pekerja. GoTo melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap.

    CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan keputusan berat tersebut terpaksa dilakukan oleh manajemen, lantaran tantangan makro ekonomi global juga berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.

    Sehingga, perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang secara finansial mampu mandiri dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “GoTo, seperti layaknya perusahaan besar lainnya, perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (21/11/2022).

    Hal yang sama juga terjadi di Shopee. Dalam 6 bulan terakhir, induk usaha Shopee, Sea, telah mem-PHK 7.000 orang atau sekitar 10 persen dari total pegawainya di seluruh dunia.

    Shopee juga menutup dan membatalkan ekspansi mereka di berbagai negara termasuk Spanyol, Prancis, dan India.

    Di Indonesia, Shopee juga mengumumkan PHK sejumlah pekerjanya. Tidak disebutkan jumlah karyawan yang terdampak, namun berdasarkan informasi yang didapatkan CNBC Indonesia sebanyak 3% dari 6.232 orang.

    “Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” kata Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira.

    Tak hanya PHK, startup ini juga menutup salah satu unit usaha yang mereka punya. Seperti Grab, di mana mereka memutuskan menutup operasional Grab Kitchen di Indonesia pada 19 Desember 2022. Keputusan tersebut diambil karena pertumbuhan layanan dinilai tidak konsisten selama beroperasi.

    Grab Kitchen sendiri diluncurkan pada tahun 2018. Layanan tersebut merupakan bisnis cloud kitchen atau disebut sebagai ‘dapur sewa’ yang diperuntukan bagi layanan pesan-antar.

    “Selama 4 tahun beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan,” kata Chief Communications Officer Grab Indonesia, Mayang Schreiber dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia.

    Mayang mengatakan keputusan ini berdampak pada belasan karyawan di layanan tersebut. Grab memberikan kesempatan untuk menjajaki posisi di divisi lain.

    Namun untuk mereka yang tidak lagi menjadi pegawai, Grab memberikan sejumlah kompensasi dan program manfaat. Misalnya selain kompensasi wajib ada juga tambahan dengan jumlah sesuai kebijakan perusahaan.

    Perusahaan yang PHK massal

    Selain Grab, GoTo, dan Shopee, berikut startup yang melakukan PHK di Indonesia sejak awal tahun:

    • Xendit
    • Carsome
    • Shopee Indonesia
    • Tokocrypto
    • Lummo
    • MPL
    • Ruangguru
    • Tanihub
    • Zenius
    • JD.ID
    • Pahamify
    • LinkAja
    • SiCepat

    Startup tutup layanan

    Lalu, daftar startup yang memutuskan menutup salah satu layanan mereka di Indonesia. Sebagian startup juga melakukan PHK karena penutupan layanan. Ada juga startup yang menarik diri dari beberapa pasar dan fokus ke pasar terkuat mereka seperti MPL dan Happy Fresh.

    • MPL
    • Brambang
    • Happy fresh
    • Tanihub
    • Sayurbox
    • Line
    • Bananas

    Startup bangkrut

    Beberapa perusahaan di bidang teknologi tidak hanya melakukan PHK. Kondisi bisnis memaksa mereka untuk menutup total perusahaan yang dirintis, seperti:

    • Fabelio
    • Sorabel
    • Stoqo
    • iFlix
    • AiryRooms
    • Beres.id

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sukses IPO, Startup ini Tutup Nunggak Biaya Bayar Sewa Kantor

    (dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.