Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»GoTo Rugi Rp 90 Triliun, Netizen Bandingkan APBD Jakarta
    Insight News

    GoTo Rugi Rp 90 Triliun, Netizen Bandingkan APBD Jakarta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kerugian PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara total sepanjang 2023 tercatat Rp 90,5 triliun. Hal tersebut diungkap dalam laporan keuangan terbaru raksasa superapp tersebut.

    Kerugian itu dipicu pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai Rp 78,8 triliun yang diwajibkan standar akuntansi keuangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut keterangan manajemen, kerugian dari nilai goodwill tersebut bersifat tidak berulang dan tidak berdampak kepada EBITDA yang disesuaikan, maupun arus kas Perseroan.

    Pantauan CNBC Indonesia, Rabu (20/3/2024), netizen ramai membahas soal kerugian GoTo di media sosial X. Banyak yang menyoroti angka kerugian total GoTo di 2023 naik signifikan sampai dua kali lipat dibandingkan 2022 yang tercatat Rp 40,4 triliun.

    [Gambas:Twitter]

    Bahkan, ada netizen yang membandingkan angka total kerugian itu dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2024 senilai Rp 81,71 triliun. Angka itu lebih kecil ketimbang kerugian GoTo Rp 90,5 triliun

    [Gambas:Twitter]

    Dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, dalam rapat paripuran pada November 2023, diputuskan APBD Jakarta senilai Rp 81.716.573.026.059. Angka itu berasal dari Pendapatan Daerah yang ditargetkan mencapai Rp 72,4 triliun dan penerimaan pembiayaan sebesar Rp 9,2 triliun.

    Di saat bersamaan, ada juga netizen yang menilai ada kabar baik dari laporan keuangan GoTo. Sebab, kerugian operasionalnya turun dari Rp 30,3 triliun menjadi Rp 10,2 triliun.

    [Gambas:Twitter]

    Turunnya kerugian operasional ini disebabkan karena beban operasional Tokopedia yang sudah lepas ke TikTok pasca transaksi kesepakatan dengan induk ByteDance senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 23,38 triliun.

    Aksi korporasi tersebut membuat ByteDance menguasai 75% saham Tokopedia. Bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia dengan TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.




    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.