Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Versi China Hapus Israel dari Peta, Ini Faktanya
    Insight News

    Google Versi China Hapus Israel dari Peta, Ini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2023Updated:11 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id -Publik di Cina sempat dihebohkan dengan kabar bahwa platform milik raksasa teknologi Alibaba dan Baidu menghapus nama Israel dari layanan peta digitalnya. Kabar penghapusan itu muncul seiring dengan semakin panasnya konflik Israel-Hamas dan sikap pemerintah Cina yang mendukung gencatan senjata.

    Sejumlah pengguna menyatakan nama negara Israel tak bisa ditemukan dalam platform milik kedua perusahaan tersebut. Dikutip dari Insider, belum jelas alasan penghapusan tersebut, namun sejumlah pengguna ramai membicarakan adanya perubahan tersebut sejak serangan Hamas ke IsraelĀ pada 7 Oktober 2023.

    Juru bicara Baidu, Jing Meng membantah perusahaannya telah menghapus Israel dari layanannya. Dia mengatakan nama wilayah tidak akan terlihat saat ruang yang ada terbatas. “Jika ruang terbatas, peta kami mungkin tidak akan menampilkan nama atau bendera sejumlah wilayah,” kata Jing Meng.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meng mengatakan nama wilayah masih bisa ditemukan di peta milik Baidu. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pencarian untuk melakukannya. “Pengguna bisa menemukan negara atau wilayah di Baidu Maps dengan menggunakan fungsi pencarian peta,” kata Meng. Adapun juru bicara Alibaba belum memberikan respons ihwal informasi penghapusan peta Israel ini.

    Terkait perang Israel dan Palestina, China telah menganjurkan solusi untuk dua negara. Associated Press melaporkan solusi itu membuat Palestina bisa merdeka.

    Setelah perang pecah bulan lalu, presiden Xi Jinping juga terus menyerukan gencatan senjata. Cina juga menolak mengecam Hamas dan mengatakan menentang bentuk kekerasan pada warga biasa.



    Artikel Selanjutnya


    Awas iPhone Anda Disadap, Peneliti Warning Segera Lakukan Ini

    (Rosseno Aji/hsy)


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.